Berau Ingin Jadi Pusat Korfball Kaltim

Berau bertekad jadi pusat kekuatan korfball Kaltim (Tebe/ Disway Kaltim)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Meski bukan tergolong cabang olahraga populer, korfball dipastikan akan dipertandingkan di Poprov Kaltim 2022 di Berau mendatang. Hal serupa sudah pula dilakukan pada gelaran Porprov Kaltim di Kutim 2018 lalu, meski olahraga asal Belanda ini baru mulai masuk di Kaltim 4 tahun silam. Di Kaltim sendiri, sudah ada 6 kabupaten/kota yang memiliki tim korfball sehingga memenuhi persyaratan untuk dipertandingkan di ajang Porprov.

“Ya, pasti dipertandingkan. Kuota tim sudah memenuhi. Jadi pasti dipertandingkan. Ini juga upaya kami untuk mempopulerkan korfball di Kaltim,” kata Ketua Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Berau, La Ode Ilyas melalui saluran telepon, Selasa (4/2/2020) pada Disway Kaltim.

Korfball Kaltim sendiri menurut La Ode, walau belum dipertandingkan di PON, sudah sangat berprestasi. Yang masih jadi permasalahan adalah memang cabor ini tidak cukup populer di mata masyarakat sehingga tidak terdengar gaungnya. Diketahui pada kejurnas korfball tahun lalu, tim senior Kaltim mendapatkan medali emas, sementara tim junior meraih medali perunggu. Kedepan, korfball diharapkan bisa jadi tumpuan Kaltim meriah medali emas di ajang PON yang hingga saat ini keikutsertaan korfball di ajang empat tahunan itu masih diperjuangkan.

Terlepas dari itu, momen Porprov Kaltim akan dijadikan La Ode sebagai fondasi awal untuk menjadikan Berau sebagai pusat kekuatan korfball Kaltim di masa mendatang.

“Saya ingin menjadikan Berau sebagai pusat kekuatan korfball di Kaltim. Saya tempo hari ke Amsterdam, ke pusat asosiasi korfball dunia, dan mereka mendorong hal yang sama,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan itu, La Ode mengaku sudah mengkampanyekan korfball ke sekolah-sekolah yang ada di Berau.

“Kami sudah bagi-bagi ring korfball ke sekolah-sekolah secara gratis. Itu langkah awal kami. Karena bagaimana bisa populer kalau ringnya saja tidak ada,” sambungnya.

Di Porprov nanti, rencananya tidak ada pembatasan usia seperti yang dipertandingkan di nasional. Namun ada hal lain yang coba ditawarkan tuan rumah untuk mempertandingkan korfball di Porprov agar sedikit berbeda.

“Pembatasan usia tidak ada kalau di Porprov. Tapi yang ingin saya dorong adalah diadakan korfball pantai. Kami kan punya banyak pantai. Tapi harus saya koordinasikan dengan Pak Barkati (Ketua PKSI Kaltim) dulu,” tutupnya. (ava/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*