Empat Perpustakaan Terakreditasi A

PELAJAR SD saat berkunjung ke perpustakaan daerah, belum lama ini. Kenyamanan pengunjung jadi prioritas DPK Berau.(ISTIMEWA)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Akreditasi perpustakaan sekolah di Berau telah dilaksanakan pada 2019 lalu. Hasilnya, ada 9 perpustakaan yang ditetapkan tim pusat terakreditasi A dan B.

Sembilan perpustakaan tersebut, berada di SDN 01 Teluk Bayur (akreditasi B), SDN 020 Tanjung Redeb (akreditasi B), SDN 019 Tanjung Redeb (akreditasi A), SMP Negeri 1 Teluk Bayur (akreditasi B), SMP Negeri 1 Gunung Tabur (akreditasi B), SMA Negeri 2 Berau (akreditasi A), SMA Negeri 4 Berau (akreditasi A), SMA Negeri 1 Berau (akreditasi A), dan SMA Negeri 7 Berau (akreditasi B).

Ketua TP PKK Berau Sri Juaniarsi yang menyerahkan sertifikat akreditasi, menyampaikan apa pun hasil yang telah diraih saat ini, semua adalah prestasi dari masing-masing sekolah yang selama ini telah bekerja keras menyiapkan akreditasi perpustakaan sekolah sehingga tak perlu merasa iri dengan sekolah lain.

“Semoga dengan hasil akreditasi perpustakaan sekolah ini, masing-masing sekolah dapat meningkatkan layanan perpustakaan, dan meningkatkan angka kunjungan perpustakaan bagi para siswa di sekolah,” ujarnya, beberapa hari lalu.

Juniarsih juga menyatakan kondisi perpustakaan di Berau mengalami perubahan yang signifikan, baik di sekolah–sekolah mapun perpustakaan di kampung–kampung. Sehingga, sedikit banyak mampu menarik minat baca masyarakat.

Untuk itu, Jurniasih meminta kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) yang telah mendampingi pelaksanaan akreditasi perpustakaan sekolah, dapat menciptakan suasana perpusatakaan yang nyaman bagi semua pengunjung, agar minat baca terus bertambah.

Yang tak kalah pentinya, kata dia, DPK harus terus berupaya memberikan motivasi kepada pengelola perpustakaan untuk mengajarkan kepada anak–anak untuk mencintai perpustakaan sejak dini, agar minat baca dapat dikondisikan sebelum menginjak sekolah.

Sementara itu, Kepala DPK Berau Hendratmo mengatakan, pihaknya telah melakukan perubahan perpustakaan sekitar satu tahun yang lalu, ditambah lagi dengan adanya bantuan dari Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah (Atpusi) perubahan itu diakuinya sangat terasa.

“Bahkan, kami punya motivasi dan visi misi perpustakaan jadi tempat rekreasi, dan ini akan kami promosikan terus-menerus dengan memanfaatkan media sosial, agar masyarakat semakin mengenal bahwa perpustakaan sekarang ini semakin sejuk dan nyaman,” ujarnya. */ZUH/REY

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*