Mantan Wali Kota Balikpapan Tjutjup Suparna Tutup Usia

Prosesi pemakaman Tjutjup Suparna dilakukan secara militer. (Hafizh/ DiswayKaltim.com).

=======================

 

MANTAN Wali Kota Balikpapan periode 1991-2001 Tjutjup Suparna tutup usia di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD), Selasa (4/2) kemarin sekitar pukul 02.30 dini hari. Pada usia 76 tahun.

Sejumlah tokoh masyarakat pun memenuhi rumah duka yang beralamat di Jalan Boulevard Raya Kompleks Balikpapan Baru. Di antaranya terlihat Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, anggota DPRD Kota Balikpapan periode 2004-2009 Yopi Nirwan, mantan Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong hingga anak dari mantan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid, Dimitry Reza.

Rizal usai melaksanakan salat jenazah mengatakan, Balikpapan yang akan berusia 123 tahun itu harus ditinggalkan oleh putra daerah terbaiknya. “Tentu kita semua bersedih, menjelang hari ulang tahun kota, kita kehilangan pemimpin kota terbaik. Beliau banyak berbuat untuk kepentingan Balikpapan dan sampai hayatnya pun tetap selalu mengawal kota Balikpapan,” ujar Rizal.

Ia mengaku menyesal, karena tidak sempat menjenguk almarhum lantaran kesibukannya, sebelum mendapat informasi kabar duka ini.

Rizal menyebut, jika almarhum adalah sosok sebagai bapak lingkungan. Pada masa kepemimpinannya banyak dibangun taman kota di Balikpapan.

Mantan Ketua DPRD Kota Balikpapan Andi Burhanuddin Solong (ABS) menyebutkan, jika kala itu dirinya masih menjabat sebagai ketua organisasi dan almarhum sebagai wali kota sering terjadi perdebatan dan silang pendapat. Namun, sebut ABS, jika perselisihan di antara mereka merupakan hal yang bertujuan untuk membangun Kota Balikpapan lebih baik lagi.

“Saya sering ribut sama beliau ini. Hampir tiap ketemu selalu tegang. Kita sama-sama keras orangnya. Tapi ini prinsip. Tapi habis debat kita baikan lagi, bercanda lagi. Semua itu untuk Balikpapan,” ujar ABS sambil berkaca-kaca.

ABS mengatakan jika terakhir kali bertemu dengan sosok almarhum Tjutjup Suparna saat pelaksanaan HUT Kota Balikpapan, tahun lalu. Biasanya dimomen seperti ini dirinya dan almarhum selalu membahas perkembangan Kota Balikpapan.

Sementara Dimitri Reza mengisahkan kenangan semasa hidupnya saat bersama almarhum. “Beliau ini sudah saya anggap seperti Bapak sendiri. Soalnya setiap ketemu saya selalu dinasehati yang baik-baik. Pokoknya tegas, beliau kalau nasehatin saya,” ujarnya.

Hal yang tak dilupakan hingga saat ini pun dikisahkan Reza saat ditegur almarhum. “Pernah saya, kan nakal lah anak laki. Tiba-tiba dia datang bukan marah tapi memeluk saya. Ini betul-betul pukulan buat saya. Sosok beliau tidak marah tapi malah dipeluk, itu kan sesuatu yang luar biasa buat saya,” terangnya.

Jenazah Tjutjup Suparna dimakamkan di Taman Makam Pahlawan dan dilakukan secara militer pada pukul 15.15 sepelas anaknya tiba di Balikpapan. (bom/dah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*