Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Antisipasi Virus Corona Masuk Berau

MARINE Project Expert Senior Manager PT Berau Coal, Hasanul Haq Batubara bersama Kepala KKP Wilayah II Tarakan Ahmad Hidayat dan Kadinkes Berau Iswahyudi. (HENDRA IRAWAN)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Mengantisipasi penyebaran virus Corona masuk di Bumi Batiwakkal, Forum Komunitas Maritim Berau (FKMB) didukung PT Berau Coal, menggelar rapat koordinasi di Balai Mufakat, Senin (3/2).

Rapat tersebut dihadiri Marine Project Expert Senior Manager PT Berau Coal, Hasanul Haq Batubara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah II Tarakan Ahmad Hidayat, perwakilan RSUD Abdul Rivai, dan sejumlah pihak lain yang tergabung dalam FKMB.

Disampaikan Hasanul Haq Batubara, rakor dilakukan dengan menghadirkan KKP sebagai narasumber, menyusul adanya kekhawatiran dari anggota FKMB terkait penyebaran virus Corona melalui kapal yang datang dari Tiongkok ke muara pantai.

“Kita menampung semua aspirasi anggota forum, khususnya dari kapal-kapal pandu, dan teman-teman tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang berada di laut. Karena setiap ada kapal dari China merapat, mereka yang lebih dulu turun. Tentu mereka khawatir dan takut terjangkit virus Corona yang bisa saja terbawa oleh penumpang (awak kapal),” ungkapnya.

Atas alasan tersebut, maka pihaknya melakukan diskusi terkait kesiapan Kabupaten Berau dalam mencegah terjadinya penyebaran virus Corona. Apalagi, TKBM, perusahaan bongkar muat (PBM), agen kapal, serta pemilik kapal atau INSA, kata dia, juga merasa ancaman tersebut harus ditangani secara serius.

Lanjut pria yang juga Ketua FKMB ini, pihaknya juga telah bekerja sama dengan KKP untuk melakukan antisipasi dan deteksi dini terkait penyebaran virus di muara pantai.

Bahkan, ketika ada kapal dari Tiongkok datang, sebelum kapal pandu dan TKBM beraktivitas, tim KKP lebih dulu melakukan sterilisasi di kapal tersebut.
“Setelah dianggap aman, maka kapal pandu akan membawa kapal ke loading point atau lokasi tempat bongkar muat. Semua pekerja juga akan dilengkapi dengan APD (alat pelindung diri) untuk melindungi mereka dari virus,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, lanjutnya, secara tidak langsung juga mensosialisasikan bahaya virus Corona, bagaimana gejalanya, dan cara pencegahannya, agar masyarakat tidak terjangkit.

“Semoga saja Berau aman dan kondusif dari penyebaran Corona,” imbuhnya.

Kepala KKP Wilayah II Tarakan Ahmad Hidayat mengatakan, dalam penanganan antisipasi virus Corona di muara pantai, pihaknya sudah menugaskan personel sebanyak dua orang untuk melakukan pencegahan dan pemeriksaan kepada setiap anak buah kapal maupun nakhoda yang datang dari Negeri Tirai Bambu.

“Kita antisipasinya dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada setiap kapal yang datang dan melakukan sterilisasi dengan desinfektan khusus. Petugas kita yang memeriksa juga menggunakan APD antivirus lengkap,” ungkapnya.

Selain di laut, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi di Bandara Kalimarau, dengan memasang alat pendeteksi suhu tubuh atau thermoscanner. Itu dilakukan sebagai upaya deteksi dini NCoV terhadap orang yang masuk ke Berau melalui jalur udara.

“Begitu terdeteksi suhu panas, kita patut curigai, sebelum ke Berau riwayat perjalanannya sudah pergi kemana saja. Jika dia pernah bepergian ke China setelah virus itu mewabah, kita harus karantina untuk langkah antisipasinya. Begitu juga dengan yang ada di laut,” bebernya.

Terkait isu-isu dan warga negara asing yang dicurigai terpapar virus Corona, dia menegaskan bahwa itu negatif NCoV. “Termasuk juga dua warga India yang sempat viral itu. Mereka memang sakit, tapi bukan karena Corona. Meski belum ada (terpapar virus Corona), tapi kita tetap waspada,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Berau Iswahyudi, antisipasi tidak hanya di Indonesia, negara lain pun melakukan hal serupa. “Pertemuan ini bertujuan mensosialisasikan perubahan SOP, apalagi dalam pencegahannya Dinkes bekerja sama dengan KKP. Selain di darat, pengawasan masuknya virus Corona juga dilakukan di laut,” ujarnya. *

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*