Pernah Tampil di Istana Negara

Gustinah

MENEKUNI seni tarik suara sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) membawa perempuan bernama Gustinah, menyaksikan langsung Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara tahun 2018.

Masuk pada ruang memori di tahun tersebut, mewakili Kalimantan Timur dan juga Berau, Yana sapaan akrabnya, terpilih menjadi salah satu anggota “Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara”

Ternyata, perempuan kelahiran Berau, 2 Agustus 1996 ini juga merupakan alumni Universitas Yogyakarta jurusan Pendidikan Musik. Paduan suara pun lekat dengan dirinya, semasa Sekolah Menengah Pertama dari tempo waktu itulah, Ia sangat berjuang.

“Mungkin teman-teman di SMP pada tahu bagaimana perjuangan saya di paduan suara waktu itu. Dari situ juga saya belajar bagaimana caranya bernyanyi paduan suara dengan teknik yang baik dan benar,” kata perempuan yang juga merupakan alumni SMAN 2 Berau.

Karena itulah, ketika ia mengetahui perihal audisi Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara, dengan banyaknya dorongan dari keluarga dan teman terdekat, Ia pun memberanikan diri untuk mengikuti audisi yang berada di Ibu Kota Kalimantan Timur, yaitu di Samarinda.

“Audisinya menurut saya sulit, dari masing-masing provinsi hanya diambil 4 orang, meliputi suara Sopran, Alto, Tenor dan Bass. Saat itu saya audisi untuk suara Alto. Kebetulan audisi ini hanya diadakan 1 tahun sekali di berbagai provinsi se-Indonesia,” tuturnya dengan antusias.

Dibantu sang kakak dan juga salah satu orang dari Dinas Pariwisata Berau, 4 jam sebelum audisi dimulai, melaju cepat dari Bandara, segera ikut berpartisipasi. Saat audisi berlangsung, tidak hanya menyanyi, namun kemampuan membaca not balok dan solfegio (menebak nada yang dimainkan oleh pianist) juga menjadi ajang pembuktian.

“Alhamdulillah terpilih dari sekian banyak peserta yang suaranya bagus dan keren-keren, dan jujur senang sekali bisa mewakili Berau dan Kalimantan timur,” ungkapnya.
Melewati masa karantina selama 2 minggu, dengan pelatihan yang cukup berat dan ketat, akhirnya Yana dan paduan suaranya pun tampil di Istana Negara dan konser perdana mereka disiarkan secara langsung di televisi nasional kala itu.

Tak hanya berakhir disitu, Yana dan beberapa teman lainnya terpilih untuk bersilaturahmi dengan Presiden RI Joko Widodo.

“Suatu kebanggaan sekali bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden dan Wakil Presiden,” ungkapnya.

Bagi Yana, pengalaman ini sangat berharga, melihat pertimbangan saat semasa kuliah dirinya kurang mengikuti kegiatan lain, selain tekun dalam belajar bermusik dan bernyanyi di kafe ataupun acara pernikahan. Kebanggaan pula bisa mengenakan baju adat Dayak di Istana Merdeka.

Iseng bertanya dengannya, perihal rencana untuk mengikuti ajang kompetisi nasional yang berada di saluran televisi, Ia menjawab bahwa fokus berkarier untuk mengajar di bidang musik adalah prioritas saat ini. Hal ini juga untuk menerapkan ilmu yang sudah dipelajari di dunia perantauan.

“Dari hal yang saya pelajari, ini bisa menjadi bekal untuk berbagi ke orang lain yang pingin belajar bermusik dan bernyanyi, inginnya lagi mengajar di Berau, di tempat saya lahir,” ujarnya.

Bagi perempuan yang juga memiliki ketertarikan di dunia fashion ini, di mana ada kemauan disitu pun selalu ada jalan, yang terpenting adalah mencoba, belajar dan berlatih. (*/RAP/APP)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*