Targetkan Ekspor Pertanian Rp 14 Triliun

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan, Abdul Rahman. (Ferry Cahyanti/Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan menargetkan nilai ekspor tahun ini mencapai Rp 14 triliun. Target itu lebih besar atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 12 triliun.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan Abdul Rahman menjelaskan potensi ekspor di Kaltim cukup tinggi dari sektor pertanian dan perkebunan. “Ada banyak produk yang bisa menjadi andalan dan potensi perkebunan yang bisa digali,” ungkapnya di Kantor Pemkot Balikpapan, Senin (3/2).

Tahun lalu target ekspor dari pertanian sebesar Rp 12 triliun berhasil tercapai. Dengan kontribusi terbesar adalah komoditi kelapa sawit dengan olahannya, sarang burung walet, hortikultura lainnya. Ekspor kelapa sawit dalam bentuk CPO dan produk turunannya.

“Sedangkan negara tujuan ekspor adalah Tiongkok, Hong Kong, Jepang, dan Malaysia,” sebut Abdul Rahman.

Menurut Abdul Rahman, pada semester kedua tahun lalu komoditi pisang sudah mulai ekspor. Dan tahun ini, ekspor pisang masih dilanjutkan. Apalagi perluasan lahan tanam pisang sudah dilakukan untuk menambah produktivitas ekspor.

Karena itu, pihaknya optimistis target tahun ini akan tercapai karena berbagai upaya untuk meningkatkan ekspor dengan program gerakan tiga kali ekspor komoditi pertanian (Gratieks).

Program Gratieks bekerja sama dengan dinas pertanian dan dinas perkebunan serta kabupaten/kota, untuk terus meningkatkan produksi untuk ekspor. “Selain itu, mencari negara tujuan ekspor baru dan menumbuhkan komoditi ekspor maupun meningkatkan jumlah eksportir,” imbuh dia. Adapun komoditi yang bisa didorong adalah pisang, nanas, buah naga dan porang.

Selain itu, Abdul Rahman menegaskan, ekspor ke negara Tirai Bambu hingga kini belum terganggu dan tetap berjalan normal sejak mewabahnya virus corona. “Sepanjang ekspor masih bisa ke sana ya kita tidak menutup. Hanya barangnya diperketat. Seperti sarang burung walet barangnya melalui Bali atau daerah lain,” bebernya.

Untuk mendorong ekspor di Kalimantan Timur, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Balikpapan dan Samarinda telah menyerahkan aplikasi potensi eskpor atai I-Mace (Indonesian Map of Agriculture Commodities Export) ke pemerintah provinsi pada tahun lalu.

Aplikasi besutan Badan Karantina Pertanian ini berisi data real time lalu lintas ekspor komoditas pertanian asal Provinsi Kaltim. “Aplikasi yang kita serahkan itu untuk memantau langsung ekspor pertanian Kaltim. Tujuannya untuk mendukung kebijakan pembangunan berbasis kawasan yang berorientasi ekspor,” pungkasnya. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*