Dicari, Personel Dishub yang Berjaga di Gunung Manggah

Suasana kepadatan lalu lintas di Gunung Manggah, Jalan Otto Iskadnardinata tanpa ada petugas Dishub yang berjaga. (Michael/Disway Kaltim)

Samarinda, Disway Kaltim.com – Tak ada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda yang berjaga di Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandardinata, Kamis (6/2/2020). Padahal sebelumnya Dishub berjanji akan menaruh petugas. Dewan meradang. Kinerja Dishub kembali diperhatikan.

Pukul 10.25 Wita, arus lalu lintas di Gunung Manggah terpantau lancar. Kendaraan roda dua dan empat lalu lalang. Termasuk kendaraan roda enam keatas kerap melintasi jalan tersebut.

Dua jam berlalu.Personel Dishub Samarinda tidak ada di lokasi untuk berjaga. Padahal itu merupakan keputusan bersama antara Dishub, Satlantas Polresta DPRD Samarinda dan warga. Saat rapat dengar pendapat, Selasa (4/2/2020) lalu di Kantor DPRD Samarinda.

Dishub berjanji akan menempatkan peronel untuk mengamankan lalulintas. Paling lambat Rabu (5/2/2020). Serta akan diterapkan waktu operasional kendaraan raksasa roda enam keatas.

Salah satu pedagang roti yang berjualan tepat dibawah Gunung Manggah Lita (16) mengaku, sudah beberapa hari tidak melihat personel Dishub. Toko tempat dia bekerja buka mulai pukul 10.00 Wita hingga 22.00 Wita.

Namun, hingga toko tutup, tak ada satu batang hidung personel Dishub yang muncul.

“Tidak ada. Dari kemarin (5/2/2020) pun saya tidak ada melihat ada yang jaga. Kalau pun ada, hanya masyarakat saja,” katanya kepada Disway Kaltim, Kamis (6/2/2020).

Bukan hanya hari ini Disway Kaltim melakukan pemantauan di sekitar Gunung Manggah. Sebelumnya, Rabu (5/2/2020) selama dua jam juga, Disway Kaltim melakukan pemantauan serupa.

Mulai pukul 15.00 hingga 17.00 Wita. Nihil. Padahal saat itu kendaraan sedang padat-padatnya. Ja’far Shidiq, warga sekitar justru lebih pro aktif.

“Mulai setahun saya jaga disini. Kalau ada truk muatan yang lewat, saya tahan dulu dari atas. Truk yang dari bawah yang saya naikan,” ungkap Ja’far Shidiq salah satu warga yang menjaga arus lalu lintas di Gunung Manggah.

Memang ada beberapa personel Dishub. Itu pun cuma sekedar mengambil gambar kemudian berlalu. Tidak melakukan penjagaan.

“Saya tidak dibayar. Saya inisiatif sendiri karen melihat jalanan begitu macet. Dan hampir dua hari ini Dishub tidak ada menjaga,” kesalnya.

Disway Kaltim mengonfirmasi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda Hari Prabowo. Ia menyebut telah menurunkan peronel untuk menjaga disekitar Gunung Manggah.

Personel tersebut akan menahan truk-truk yang ingin melintas di Gunung Manggah. Mereka diarahkan untuk menggunakan jalur lain.

“Ada kok. Mereka juga sudah mengirimkan fotonya,” terangnya melalui jaringan seluler.

Hary menambahkan akan kembali berkoordinasi dengan personel yang telah ditugaskan untuk berjaga. Memang, tuntutan masyarakat saat RDP lalu, Dishub harus menjaga selama 12 jam.

“Nanti saya cek anggota saya dulu,” bebernya.

Mendengar situasi tersebut, Ketua DPRD Samarinda Siswadi menegaskan akan kembali memanggil Dishub Samarinda. Ia akan memberikan peringatan keras terhadap Dishub Samarinda.

Pasalnya, tidak sesuai dengan hasil keputusan RDP untuk tindakan jangka pendek yaitu menempatkan personel di wilayah Gunung Manggah.

“Komisi III baru akan balik besok. Kemungkinan, Senin (10/2/2020) akan memanggil Dishub Samarinda. Kami akan mewarning mereka. Kok tidak ada yang menjaga di daerah tersebut,” katanya singkat. (mic/boy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*