Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Konsumen Kurangi Pembelian

Irwan mengaku harus mengurangi pembelian bawang dari distributor karena menurunnya daya beli masyarakat disebabkan harga yang mulai merangkak naik. (Ferry Cahyanti/Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Harga bawang putih di Kota Balikpapan mulai merangkak naik. Di sejumlah pasar harga per kilogramnya rata-rata mencapai Rp 70 ribu. Berdasarkan pantauan Disway Kaltim, beberapa pedagang menjual dengan harga yang sama dan konsumen memilih membeli dengan jumlah yang tidak banyak.

Salah seorang pedagang, Irwan (35), mengatakan kenaikan harga bawang putih terjadi sejak dua pekan ini. Penyebab kenaikan karena bawang putih Balikpapan masih didominasi impor, menyusul pasokan lokal yang masih kurang untuk memenuhi kebutuhan. “Kenaikan ini sejak ada isu virus corona. Karena kita kan bawang putih impor,” katanya saat dijumpai di Pasar Klandasan, Kamis (6/2).

Dampak dari kenaikan tersebut pedagang mengurangi pembelian sebagai persediaan untuk satu bulan. “Saya saja sudah nggak bisa beli lebih banyak untuk stok satu bulan. Karena modalnya juga harus besar, satu karung bisa Rp 1 juta lebih. Biasanya untuk satu karung dengan berat 20 kilogram harganya Rp 400 ribu lebih. Nah, naiknya dua kali lipat lebih,” sebutnya.

Menurut Irwan, naiknya harga bawang bukan hanya berdampak pada modal pedagang untuk membeli. Tetapi juga pada konsumen atau masyarakat yang mengurangi volume pembeliannya. “Biasanya pembeli di pasar itu beli per kilogram, tapi sekarang hanya seperempat atau setengah kilo,” tandasnya.

Kenaikan harga bawang putih ini juga dikeluhkan penjual makanan jadi. “Bawang naik lagi, untung yang diperoleh otomatis juga berpengaruh,” ucap Ono, yang tidak mengetahui penyebab kenaikan harga bawang putih.

Diapun berharap harga bawang putih cepat kembali normal. Karena tak lama lagi Ramadan dan Lebaran. Sementara untuk harga bahan makanan lainnya masih normal. Kecuali kacang kupas yang turut serta mengalami kenaikan. Kenaikan disebabkan cuaca karena daerah produksi mengalami bencana banjir. “Kacang kupas curah saat ini Rp 35 ribu, sebelumnya Rp 30 ribu. Sedangkan kacang bungkusan Rp 45 ribu,” ulas Irwan.

Sementara itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan memperkirakan beberapa faktor masih akan memberikan tekanan inflasi pada Februari 2020. Di antaranya, cuaca yang belum mendukung sehingga mempengaruhi produksi dan distribusi dari daerah pemasok. Terutama Pulau Jawa untuk komoditas bawang merah dan cabai.

“Gelombang tinggi yang menganggu aktivitas laut juga akan memberikan tekanan kepada inflasi. Meski demikian Bank Indonesia bersama pemerintah daerah tetap konsisten menjaga stabilitas,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, belum lama ini.

Diapun menargetkan inflasi pada tahun ini dalam kisaran stabil sebesar 3,0 plus kurang 1%. “Pada bulan Januari ini, inflasi Kota Balikpapan tercatat 0,27% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya,” ujarnya. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*