Targetkan Realisasi KUR Naik 17 Persen

Pemimpin Cabang BNI Balikpapan, Bintara. (Ferry Cahyanti/Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – PT Bank Negara Indonesia (BNI) Balikpapan menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) Rp 120 miliar sepanjang 2019. Angka tersebut disebut tumbuh 17 persen dari tahun sebelumnya.

Dengan realisasi itu, pada 2020 ini BNI menyatakan konsisten akan terus menyalurkan KUR. Sebagai bukti, perusahaan pelat merah itu menaikkan target penyaluran kredit sebesar 17 persen.

“Target ini sebenarnya tak berbeda dari realisasi penyaluran KUR tahun lalu yang juga tumbuh 17 persen,” kata Pemimpin Cabang BNI Balikpapan, Bintara, Kamis (6/2).

Dengan menyalurkan KUR, kata Bintara, BNI memberikan kesempatan kepada pelaku usaha kecil dan mikro untuk menambah modal kerja atau usahanya.

Bintara optimistis ekonomi Balikpapan akan bergerak positif seiring pemindahan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur. “Kebijakan itu akan terus mengerek pertumbuhan, karena akan berdampak pada sektor lainnya. Seperti katering, rumah kos dan lainnya. Apalagi proyek RDMP terus berjalan,” bebernya.

KUR jadi salah satu andalan pemerintah dalam mendukung UMKM. Berupa kebijakan pemberian kredit atau pembiayaan modal kerja atau investasi kepada debitur atau kelompok usaha yang produktif dan layak.

Tujuan KUR tersebut meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil dan menengah dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. “Apalagi program KUR dari BNI ini bunganya lebih murah. Per tahun efektif 6 persen,” tandasnya.

Debitur KUR BNI Balikpapan berada pada sektor perdagangan, transportasi dan katering. Bintara mengklaim pihaknya memberi persyaratan mudah, tanpa agunan.

Selain meningkatkan distribusi modal ke pelaku usaha, BNI juga optimistis penghimpunan dana pihak ketiga dan penyaluran kredit ikut terkerek. Untuk sektor ini, BNI memperkirakan kenaikan sebesar 15 persen.

“Tahun lalu pertumbuhan kredit cukup menjanjikan, tercatat dua digit atau tumbuh 12 persen dari tahun sebelumnya, meski semua sektor bergejolak baik sisi konsumsi maupun produksi,” paparnya.

Optimisnya penyaluran kredit yang akan terus bertumbuh tersebut, lanjut Bintara, didorong posisi Balikpapan sebagai kota penyangga ibu kota negara baru. “Belum lagi proyek perluasan kilang Balikpapan yang akan berdampak pada sektor ekonomi sekitar dan penyerapan tenaga kerja,” sebutnya.

Berdasarkan data dari KPwBI Balikpapan per Oktober 2019, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Balikpapan tercatat 4,32 persen atau lebih lambat dibandingkan triwulan III/2019 yang didorong oleh melemahnya pertumbuhan giro dan tabungan yang masing-masing tercatat 4,59 persen dan 0,54 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto menjelaskan, sebelumnya pada triwulan IV/2019 kinerja perbankan di Balikpapan cenderung masih lemah. Sejalan dengan melambatnya DPK, penyaluran kredit perbankan juga melambat sebesar 2,43 persen.

Perlambatan bersumber dari kredit konsumsi dan penurunan kredit investasi untuk pengembangan usaha di sektor pertambangan dan perdagangan.

“Meski demikian NPL kredit membaik menjadi 5,4 persen sejalan langkah perbankan untuk melakukan restrukturisasi kredit bermasalah,” jelasnya. Kinerja perbankan pada akhir kuartal 2019 diperkirakan dapat meningkat sejalan dengan aktivitas perekonomian daerah. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*