Gitaris Top Samarinda Semarakkan PRS

Sejumlah gitaris ternama Samarinda beradu skill saat Pekan Raya Samarinda. (Tebe/Disway Kaltim)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Enam orang gitaris top asal Kota Tepian beradu skill di panggung utama Pekan Raya Samarinda (PRS) Rabu (5/1) sore. Membawakan instrumental lagu-lagu berat. Secara bergantian. Pengunjung tersihir.

Usai mentas, salah satu personel Mahakam Gitar Forum (MGF), Akbar Tsai mengungkapkan kegembiraannya bisa berpartisipasi di PRS tahun ini.

“PRS keren lah pokoknya, karena banyak melibatkan musisi lokal untuk mengisi acara,” kata pria yang akrab disapa Ubay tersebut.

Ubay sebelumnya tergabung dengan grup band ternama Zerosix Park. Ia ingin lebih banyak lagi panggung bagi para musisi lokal menunjukkan kepiawaiannya. Acara PRS bisa dijadikan tolak ukurnya.

“Sebenarnya musisi hebat di Samarinda ini kan banyak. Tapi memang eventnya yang kurang. Jadi semoga kedepan bakal lebih banyak panggung buat musisi.

Entah itu yang difasilitasi pemerintah, ataupun dari komunitas musiknya sendiri,” lanjut pria 27 tahun tersebut.

Event-event untuk musisi dikatakan Ubay tidak harus berhitung soal sisi komersial. Karena tanpa dibayar pun, banyak musisi sudah cukup senang dilibatkan. Terutama acara-acara kesenian.

“Kalau kami main kaya gini dibawa have fun aja. Sering kami tidak dibayar, tapi tidak masalah. Bisa nampil aja kami senang,” ujarnya.

Terpisah, pentolan MGF, Iwan juga turut mengapresiasi panggung hiburan untuk musisi lokal seperti ini. Lebih jauh, Iwan senang karena acara semacam ini sekaligus mengumpulkan berbagai pemain musik dalam satu wadah.

“Sebenarnya sebelumnya sudah dilibatkan, tapi karena kesibukan teman-teman, akhirnya baru tahun ini bisa ikut nampil. Anggota kami ada 10, yang tadi tampil 6 orang. Senang lah, bisa berbagi dengan banyak musisi selain gitaris juga,” katanya.

Terlepas dari agenda PRS, Iwan menghimbau kepada anak muda Samarinda yang senang dan berkeinginan untuk mengembangkan bakatnya, agar lebih sering bergabung dengan rekan-rekan sehobinya.

“Kalau untuk memperdalam musik, saya sarankan untuk sering sharing sama teman-teman. Kalau perlu, bisa juga les musik. Kadang kan ada juga yang bisa main musik, tapi gak punya alat musiknya. Maka itu pentingnya sering ngumpul,” lanjut Iwan yang juga mengajar gitar di salah satu tempat les musik di Samarinda.

Memperdalam hobi bermusik kata Iwan tidak akan rugi. Terlebih, apabila sudah piawai, maka hobi tersebut bisa dijadikan sebagai mata pencaharian. (ava)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*