Perdagangan dan Transportasi Dorong Laju Ekonomi Balikpapan

Wali kota Balikpapan Rizal Effendi. (Dok.Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com –  Sektor perdagangan dan transportasi diproyeksikan akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan pada tahun ini.

Alasan kedua sektor tersebut bisa menggairahkan ekonomi daerah karena proyek infrastruktur jalan dan pembangunan kilang Balikpapan terus berkelanjutan.

Proyek infrastruktur yang tengah berjalan yakni jalan tol Balikpapan – Bontang. Kemudian jalan tol yang menghubungkan langsung dengan ibu kota negara baru serta pembangunan jembatan Pulau Balang.

“Beroperasinya jalan tol Balikpapan-Samarinda dan proyek infrastruktur berkelanjutan serta pemindahan ibu kota akan turut menyumbang pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dalam Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota ke 123 tahun, di Aula Kantor Pemerintah Kota Balikpapan, Jumat (7/2).

Ia menjelaskan, dengan berkelanjutannya proyek infrastruktur dan perluasan kilang Balikpapan akan meningkatkan aktivitas sektor perdagangan dan peningkatan sektor transportasi. Sehingga diproyeksi tahun ini, ekonomi Balikpapan akan tumbuh meningkat dibandingkan 2019 yang didorong oleh kapasitas pengolahan yang dapat kembali beroperasi secara optimal sesuai dengan siklusnya.

Menurut Rizal, untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan perekonomian kota bertajuk Madinatul Iman ini perlu didukung kegiatan investasi di sektor produktif dan jasa.

“Karena dengan adanya peningkatan investasi akan berdampak pada meningkatnya pemanfaatan sumber daya secara optimal. Sehingga mendorong roda perekonomian” ucapnya.

Pada 2018, laju pertumbuhan ekonomi Balikpapan sebesar 4,97 persen. “Diperkirakan pertumbuhan ekonomi 2019 akan lebih rendah kisaran 4,2 – 4,7 persen jika dibandingkan tahun 2018,” imbuh Rizal Effendi.

Dijelaskannya, perlambatan pertumbuhan ekonomi 2019 apabila dilihat dari sisi produksi dipengaruhi melambatnya sektor industri pengolahan utamanya, minyak dan gas.

Namun demikian perlambatan masih bisa tertahan oleh kinerja konstruksi melalui realisasi proyek-proyek strategis nasional dan membaiknya aktivitas tambang pada wilayah Kalimantan Timur yang turut mendorong peningkatan aktivitas sektor perdagangan dan sektor transportasi.

Dari sisi pengeluaran, perlambatan ekonomi pada 2019 bersumber pada melemahnya net export antar-daerah. “Perlambatan itu masih mampu tertahan oleh akselerasi investasi baik dari pemerintah maupun swasta serta meningkatnya konsumsi rumah tangga di sepanjang tahun 2019,” urai Rizal.

Sementara itu, perbankan optimis pertumbuhan ekonomi pada tahun ini akan tumbuh. Seiring dengan proyek-proyek besar yang menunjang perindahan ibu kota negara baru yang terus berjalan.

Pimpinan BNI Cabang Balikpapan Bintara mengatakan, proyek besar itu akan memberikan efek domino pada beberapa sektor salah satunya sektor jasa dan perdagangan. “Pembelian alat berat, transportasi, perumahan dipastikan akan terstimulasi,” sebutnya.

Melalui beberapa proyek besar tersebut ditambahkan Bintara, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan roda perekonomian sekitar. (fey/eny)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*