Poros Patin Siapkan 17 Kursi untuk Paslon

Deklarasi dan diskusi Poros Patin bersama masyarakat Kukar. (Rafii/Disway Kaltim)

===

Kukar, DiswayKaltim.com – Poros Patin resmi dideklarasikan. Mereka berisi empat partai, yakni Partai Gerindra, PKS, Partai NasDem dan PAN. Bisa dibilang “raksasa”. Lantaran mengantongi 17 kursi di DPRD Kukar.

Deklarasi Poros Patin memang dibungkus dengan diskusi bersama masyarakat, mahasiswa, akademisi, dan LSM. Bahkan turut dihadiri anggota DPD RI Kaltim, Aji Mirni Mawarni.

Ketua Poros Patin yang juga Ketua DPC Gerindra Kukar Rudiansyah menjelaskan, diskusi ini guna mendengar harapan dan calon figur yang diinginkan oleh masyarakat Kukar. Untuk diusung menjadi bakal calon nanti.

Poros Patin menurutnya tidak akan gegabah dalam memunculkan nama calon. Sehingga untuk benar-benar mendapatkan figur yang diinginkan masyarakat, koalisi ini akan terus melakukan diskusi hingga tiga tahap.

“Komitmen diskusi awal, tahapan suara rakyat mesti dimunculkan terlebih dahulu,” jelas Rudiansyah pada Disway Kaltim, Kamis (6/2) malam.

Sehingga proses penjaringan yang telah dilakukan masing-masing partai dalam Poros Patin, tidak hanya sekedar formalitas belaka. Dengan adanya diskusi secara intens, semakin terlihat figur yang siap menjalankan amanat rakyat.

Ketua DPD PKS Kukar Firnadi Ikhsan mengatakan, Poros Patin siap dan serius dalam memproses segala aspirasi rakyat. Untuk itulah proses diskusi ini dilakukan.

Dari hasil diskusi ini diharapkan bisa memunculkan calon figur yang mampu menjawab seluruh tantangan masyarakat Kukar. Sehingga bisa menjadi acuan dan rekomendasi untuk masing-masing DPP.

“DPW dan DPP terus menanyakan bagaimana Poros Patin berproses,” timpal Firnadi.

Sementara itu Ketua DPD Partai NasDem Kukar Marwan mengatakan, dalam diskusi ini setiap yang hadir berhak menyuarakan harapannya terkait calon pemimpin yang diinginkan.

Dari diskusi pertama ini pun, Marwan sudah banyak melihat kegundahan dan harapan dari para peserta diskusi. Seperti masalah infrastruktur, dunia pendidikan dam kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, akan dilanjutkan ke diskusi kedua. Yakni pendalaman visi-misi dari bakal calon bupati. Apakah siap menerima permintaan dari masyarakat Kukar apabila terpilih menjadi calon yang diusung.

“Terakhir baru diskusi memunculkan nama (bakal calon),” ucap Marwan.

Marwan juga menegaskan bila DPP akan mendengarkan aspirasi di daerah. Sehingga apapun yang diputuskan oleh DPP merupakan masukan dari DPD masing-masing partai yang tergabung dalam Poros Patin. (mrf/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*