TK2D “Siluman” Kutim Harus Dibongkar

Zainuddin Aspan. (ist)

===

SANGATTA – Istilah TK2D “Siluman” di Kutai Timur mulai ramai dibicarakan masyarakat. Istilah siluman lantaran ada ratusan TK2D yang menghuni salah satu dinas, namun kenyataannya yang hadir setiap hari bisa dihitung dengan jari. Sebut saja ada 400 jumlah TK2D pada salah satu dinas, ternyata yang kelihatan hanya 100 orang. Artinya, 300 orang lainnya hanya nama di atas kertas alias SK (surat keputusan).

Demikian disampaikan kepala BKPP Kutim Zainuddin Aspan saat ditemui wartawan di ruangannya. Ia mengaku hal tersebut memang begitu adanya. Disebutkan Aspan, ada sejumlah kepala OPD di Pemkab Kutim yang tidak terbuka alias tidak jujur dengan semua TK2D yang ada di OPD yang dipimpinnya, misalnya absen kehadiran TK2D tersebut yang seharusnya rutin disetor ke BKPP per triwulan. Namun hal itu selalu jadi alasan setiap dinas, sehingga BKPP pun dibuat kesulitan dalam memberikan sanksi disiplin kerja kepada yang bersangkutan dikarenakan tidak adanya bukti absen kehadiran tadi. Giliran dikroscek malah meradang tidak ingin disentuh. Lanjut Aspan, sudah ada beberapa kejadian mengenai disiplin TK2D yang disebut siluman itu namun faktanya malah sebaliknya. BKPP Kutim malah kena ancam oleh yang bersangkutan. Padahal nyatanya memang selalu tak ada di tempat.

TK2D yang merupakan titipan tersebut membuat para kepala OPD seakan abai dalam tanggung jawab.

TK2D semacam ini dikatakan hanya merugikan sebab tak sedikit anggaran pemerintah dikucurkan untuk menggaji mereka. Dikatakan Aspan, seharusnya saat menerima gaji apakah mereka sudah memahami tentang kedisiplinan di lingkup pemerintahan. dimana, disana ada Peraturan Pemerintah hingga Permendagri yang mengatur tentang kedisiplinan utamanya jam kerja. (eko/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*