Warga Tionghoa Balikpapan Rayakan Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh di Balikpapan. (hafiz/disway)

===

Balikpapan, Diswaykaltim – Warga tionghoa di Kota Beriman, Sabtu (8/2) pagi mulai ramai mendatangi Kelenteng Guang De Miao di kawasan Pasar Baru. Mereka datang untuk melaksanakan sembahyang. Cap Go Meh adalah hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek. Dirayakan pada hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek.

Pengurus Guang De Miao Hendra Ariwijaya mengatakan, saat Imlek dirayakan dengan sembahyang ke kelenteng untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan. Kemudian dilanjutkan dengan berkumpul dan makan bersama keluarga.

Sedangkan saat Cap Go Meh, orang-orang membawa persembahan berupa kue keranjang dan melakukan sembahyang untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan. Kemudian ada acara makan kue keranjang yang bisa dimakan langsung atau digoreng, serta dibagi-bagikan secara gratis untuk warga sekitar.

“Cap Go Meh dulu dilakukan secara tertutup untuk kalangan istana. Festival dilakukan pada malam hari dengan menyediakan banyak lampion dan aneka lampu warna-warni. Lampion adalah pertanda kesejahteraan hidup bagi seluruh anggota keluarga. Ketika pemerintahan Dinasti Han berakhir, barulah Cap Go Meh dikenal oleh masyarakat,” ujarnya, Sabtu (8/2).

Lanjut Hendra Ariwijaya, ketika Cap Go Meh biasanya terdapat perayaan tarian Barongsai dan Liong (naga). Masyarakat juga bisa makan onde-onde. Sepanjang perayaan, diramaikan dengan kembang api dan petasan.

“Barongsai adalah simbol kebahagiaan, kegembiraan, dan kesejahteraan. Sedangkan Liong dianggap sebagai simbol kekuasaan atau kekuatan. Sementara petasan dipercaya dapat mengusir energi negatif dan akan membersihkan seluruh lokasi yang dilalui Barongsai,” tambahnya.

Dalam perayaan Cap Go Meh atau perayaan lampion biasanya dirayakan hampir di seluruh dunia. Di Indonesia, khususnya di Balikpapan perayaan ini hanya dilakukan di Klenteng Guang De Miao atau di rumah masing-masing warga Thionghoa.

Untuk tahun ini diakui Hendra Ariwijaya, perayaan Cap Go Meh di Balikpapan terbilang sepi. Pasalnya perayaan ini dipusatkan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur serta di Kota Singkawang Kalimantan Barat.

“Cap Go Meh di Singkawang bahkan menjadi pawai dan festival lampion yang memikat wisatawan dalam maupun luar negeri. Di luar negeri yakni di Taiwan, Cap Go Meh dirayakan sebagai festival lampion. Di Asia Tenggara, dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, yakni wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut. Adat itu berasal dari Penang, Malaysia. Di Tiongkok, Cap Go Meh disebut Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan. Perayaan Cap Go Meh dilakukan untuk memberi penghormatan terhadap Dewa Thai Yi, dewa tertinggi di langit pada zaman Dinasti Han,” tutupnya. (bom/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*