Isran: Akhir Maret Cerita Corona Reda!

Gubernur Kaltim Isran Noor saat menyatakan keinginannya menemui warga Kaltim di Natuna. (Andrie/Disway)

===

Balikpapan, Diswaykaltim – Belasan mahasiswa asal Kalimantan Timur yang berada di Natuna saat ini menjalani karantina. Itu setelah dievakuasi dari Tiongkok lantaran mewabahnya virus corona. Mahasiswa Kaltim ini dinyatakan sehat oleh tim medis dan boleh kembali ke kampung halamannya masing-masing setelah masa karantina.

Mereka pun telah mendapat perhatian oleh pemerintah provinsi yang terus memantau perkembangannya. Belasan mahasiswi ini dijadwalkan pada pertengahan Februari nanti ratusan WNI tersebut akan dipulangkan.

Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memantau kondisi perkembangannya. Isran bersyukur para mahasiswa ini dalam kondisi sehat. Ia berjanji akan menyambut kedatangan para mahasiswa ini.

“Ya kita siap saja, nanti setelah kembali ke kampung nanti saya yang terima mereka,” ujar Isran ditemui di Bandara SAMS Sepinggan, Senin (10/2).

Isran bahkan berniat mengunjungi warganya itu langsung ke Natuna. Hanya penjagaan di sana terlalu ketat dan dibatasi. Wajar saja, sebab hal ini merupakan standar operasional prosedur yang ditetapkan WHO. Sehingga Isran hanya berharap mahasiswa tersebut segera pulang kembali ke Kaltim dengan kondisi sehat.

“Saya mau ke sana tapi dibatasi. Andai kata dibolehkan saya mau kunjungan ke sana,” ujarnya.

Ditanya apakah pemerintah provinsi nantinya akan menyiapkan pendampingan psikologi terhadap mahasiswa ini, Isran mengatakan hal tersebut belum perlu. Sebab setelah melewati masa karantina, maka dapat dipastikan para mahasiswa tersebut dinyatakan bebas dari virus corona atau dalam kondisi yang sehat.

“Kalau pendampingan psikologi itu tidak, karena mereka sehat-sehat saja. Kalau kata dokter tidak ada masalah dan itu hasil observasi ya sudah bebas itu,” jelasnya.

Isran mengatakan, isu corona hanyalah persoalan sementara. Sejauh ini Indonesia masih aman-aman saja. Sehingga ia meyakini permasalahan ini akan hilang pada akhir Maret mendatang.

“Enggak apa-apa itu, nanti akhir Maret reda itu cerita corona. Hitungan saya akhir Maret soal corona selesai,” tambahnya.

Hasil observasi tim medis terhadap para WNI di Natuna juga akan dikirim ke pemerintah kota asal para mahasiswa tersebut. Sebab hal itu akan menjadi dasar bagi pemerintah provinsi menyatakan bahwa mereka dalam kondisi sehat.

“Tapi kalau didata pasti otomatis. Hasil observasi di sana pasti juga dikirim ke masing-masing daerah,” jelasnya.

Isran mengatakan, para mahasiswa nantinya pasti akan kembali lagi ke Tiongkok untuk menempuh pendidikannya ketika kondisi di Tiongkok sudah dalam keadaan normal.

“Nanti pada saatnya mereka yang kuliah itu kalau situasi di sana aman, ya kembali lagi. Enggak masalah itu, biasa saja, dunia itu memang begitu,” tutupnya. (bom/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*