Maratua Butuh Hiperbarik

Hiperbarik dirasa perlu adanya di Pulau Maratua, guna menunjang wisata. Apalagi banyak penyelam dari luar kerap mengunjungi Maratua. Sementara alat tersebut hanya ada di Kampung Tanjung Batu.

Tanjung Redeb, Disway – Perairan Pulau Maratua, menjadi surga bagi para penyelam. Tak hanya penyelam lokal, namun juga penyelam dari luar daerah, dan luar negeri. Meski demikian, di pulau tersebut belum dilengkapi alat hiperbarik.

“Kebutuhan hiperbarik di Maratua sangat penting, mengingat beberapa kejadian penyelam meninggal akibat dekompresi lambat penanganan,” jelas Camat Maratua, Marsudi, beberapa waktu lalu.

Menurut Marsudi, hiperbarik di Maratua sudah semestinya ada, sebab alat itu saat ini baru ada di Kampung Tanjung Batu, yang jarak tempuhnya mencapai 2 jam dari Pulau Maratua.

Dengan adanya alat itu di Maratua, wisatawan yang mengalami masalah ketika menyelam di Pulau Kakaban maupun sekitarnya hanya memerlukan waktu 30 menit untuk mendapatkan penanganan.

Pihaknya telah mengusulkan pengadaan alat tersebut melalui pemerintah daerah, dan juga melalui sejumlah kementerian. Namun yang menyanggupi hanya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

“Walau Kemendes menyetujui usulan kami, tapi kami tidak tahu kapan akan terealisasikan,” ucapnya.

Hiperbarik merupakan salah satu metode pengobatan yang dilakukan dengan cara memberikan oksigen murni, kepada pasien dekompresi dengan tekanan tinggi di ruangan khusus untuk pasien. Tekanan udara yang diberikan ini 3 kali lebih berat dari tekanan atmosfer normal.

Menurut Marsudi, Puskesmas Maratua saat ini telah layak disediakan alat tersebut.

“Kami tidak mau wisatawan asing khususnya, kapok datang ke sini karena minim fasilitas kesehatan bagi penyelam. Kami mau mereka datang lagi dan lagi. Salah satunya menyediakan alat itu,” tegasnya.

Semenjak penetapan lokasi Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur, Kabupaten Berau kini dipersiapkan menjadi penompang wisata IKN, apalagi sejumlah kemudahan transportasi kian dipenuhi baik laut dan udara.

Bahkan, kunjungan wisatwan di Pulau Maratua saat ini terus bertambah. Untuk mengantisipasi korban meninggal akibat dekompresi karena lambat penanganan alat hiperbarik harus segera tersedia.

“Kami harap tahun ini bisa direalisasikan,” tandasnya.(*/ZUH/APP)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*