Balistik Menolak Kehadiran Okto di Persiba

Balistik terang-terangan menolak Oktovianus Maniani memperkuat tim Persiba. (Hafiz/ Disway Kaltim) 

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Balistik (suporter Persiba) tak pernah berhenti mendukung tim kesayangan mereka selama berkiprah di sepak bola nasional. Meski turun kasta sejak 2018, Balistik membuktikan kesetiaannya kepada Persiba. Bahkan musim lalu mereka mengawal tim berjuluk Beruang Madu itu hingga laga tandang.

Meski Persiba sedang berada di Jakarta tak membuat Balistik mengalihkan perhatiannya. Terbaru, mereka dengan tegas menolak keras kehadiran Oktovianus Maniani di tim Persiba. Hal ini tak lain karena kekecewaan mereka atas sikap pemain asal Papua itu saat 2016 lalu.

“Okto pernah mengecewakan kami pecinta Persiba. Balistik menolak Okto untuk kembali memperkuat Persiba,” kata ketua Balistik, Endrik Jatmiko, Selasa (11/2/2020).

Pria yang akrab disapa Dalbo ini justru menyarankan manajemen dan pelatih untuk memanfaatkan talenta lokal asli Balikpapan. Musim ini pun Persiba dianggap minim memaksimalkan talenta lokal. Hanya Bryan Cesar, Andre Dio, dan Edy Gunawan yang saat ini memperkuat Persiba.

“Mending memberdayakan pemain lokal saja. Tim ini minim sekali talenta lokalnya,” tambahnya.

Kekecewaan mendalam Balisitik tak terlepas dari hengkangnya Okto saat ISC 2016. Mantan pemain timnas yang dibutuhkan tim saat itu memilih keluar dari Persiba di tengah kompetisi dengan alasan diterima sebagai ASN. Namun justru Okto malah memperkuat Arema FC saat itu yang menjadi puncak kekecewaan Balistik.

Sementara itu Persiba secara resmi mengikat kontrak Oktovianus Maniani atau Okto. Hal ini dibenarkan Ketua Umum Persiba, Gede Widiade. Menurutnya perekrutan Okto termasuk pemain lainnya berdasarkan rekomendasi pelatih.

Sebagai orang nomor satu di Persiba, Gede memberikan kewenangan kepada Alfredo Vera untuk menentukan pemain yang direkrut. Saat ini pun sudah 90 persen skuat Persiba terbentuk. Hanya perlu penambahan dua hingga tiga pemain.

“Jadi kita profesional, coach kita beri kewenangan. Kita juga berikan kewenangan menentukan pemain,” kata Gede.

Gede hanya mengingatkan kepada semua pemain untuk menjaga tingkah laku. Tidak hanya Okto, siapapun pemain yang mempunyai tingkah laku yang tidak baik dia tak segan untuk memecatnya.

“Non teknis jadi sangat penting terutama tingkah laku. Pemain bagus kalau tingkah lakunya jelek tidak saya pakai. Pasti saya keluarkan karena akan merusak tim,” tegas Gede. (fdl/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*