Gedung Layanan ABK Diresmikan, DKK Usulkan Jadi UPTD

Gedung Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) telah diresmikan kemarin oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. (Fey/Disway)

===

BALIKPAPAN, Disway Kaltim – Gedung pelayanan terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan fasilitas lengkap telah dimiliki Pemkot Balikpapan. Unit pelayanan khusus ABK yang berlokasi di Jalan MT Haryono baru saja diresmikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Selasa (11/02).

 

Layanan ABK milik Pemkot Balikpapan yang sebelumnya hanya berlantai satu, kini menjadi tiga lantai. Dilengkapi dengan pelayanan assessment, fisioterapi, okupansi terapi, terapi wicara, terapi perilaku, brain gym, dan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty menjelaskan pelayanan anak berkebutuhan khusus ini telah dikembangkan oleh DKK sejak 2010, saat itu selaku kepala dinas adalah Dyah Muryani.

“Dalam perjalanan proses perencanaannya dan difinalisasi akhirnya gedung layanan ABK ini bisa direalisasi. Gedung ini cita-cita yang cukup lama komitmen yang berkelanjutan dalam mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan,” ungkapnya saat peresmian gedung layanan ABK.

Gedung layanan ABK memiliki 13 orang tenaga yang didominasi non PNS dengan 52 pasien. “Gedung layanan ABK ini dibuka untuk umum, berbagai terapi dibuka. Puskesmas Damai menjadi pertama yang memiliki Layanan ABK,” katanya.

Untuk memenuhi layanan, ia minta dibukakan formasi aparatur sipil negara (ASN) untuk tenaga spesifik terapis wicara dan okupansi terapis. “Kami juga usulkan dengan menimbang perkembangan jenis pelayanan maka ke depannya layanan ABK Puskesmas Damai dapat berdiri sendiri menjadi UPTD khusus,” imbuh Juliarty.

Dalam peresmian dibacakan puisi yang dilakukan salah satu pasien lumpuh otak, Rafie Arsyad Rahmatullah yang berjudul Tuhan Tidak Pernah Salah Mencipta. Pembacaan puisi dilakukan Rafie dibimbing orang tua Nuri Cahyani yang juga ketua Komunitas ABK Hebat disaksikan wali kota, tamu undangan. Dengan terbata-bata dan pengucapan yang kurang jelas Rafie menyelesaikan puisi yang sudah dihafalnya sejak lama.

Dalam kesempatan itu hadir Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle. Ia mendukung upaya pemkot membangun sarana dan fasilitas yang dibutuhkan ABK. “Peran dari pemkot yang hadir untuk membantu. Pak Wali sudah menyampaikan segala sesuatu, kami selalu mendukung,” ujarnya.

Ia menjelaskan akan dilakukan pembahasan terkait rencana pembangunan sekolah untuk ABK atau disatukan dengan sekolah luar biasa (SLB) dan hanya menyediakan tenaga pengajar

“Nanti dibicarakan dengan Pak Wali, tenaga-tenaga apa yang dibutuhkan, seperti apa saja yang jadi kendala,” sebutnya usai peresmian gedung layanan ABK.

Sabaruddin prihatin mendengar cerita orangtua yang memiliki ABK, kesulitan mencari sekolah untuk anaknya. “Apalagi mereka yang hidupnya pas-pasan bahkan di bawah garis kemiskinan. Memang dibutuhkan dan ini penting,” singkatnya.

Untuk itu, selanjutnya akan didata wilayah mana saja yang paling banyak ABK. Sehingga wilayah tersebut, akan dibangun sekolah. “Kami akan melihat daerah-daerah mana saja yang dibutuhkan,” ujarnya. (fey/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*