Porlasi Pertahankan 90 Persen Pengurus Lama

Transisi kepengurusan tak mengganggu persiapan Pengprov Porlasi Kaltim untuk PON (ist)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltim yang baru saja menggelar Musorprov pada 18 Januari lalu, langsung bergerak cepat menyusun kepengurusan baru. Disusun oleh 3 anggota formatur yakni Tedy Abay selaku ketua terpilih, Ahmad Daud (demisioner), dan Masdar yang berdasar dari Bontang.

Penyusunan kepengurusan baru tidak memakan waktu yang lama. Per Selasa 11 Februari, Porlasi sudah memasukkan SK kepengurusan baru ke Bidang Keorganisasian KONI Kaltim untuk selanjutnya dibuatkan rekomendasi dan disahkan oleh PB Porlasi.

Menariknya, Porlasi Kaltim masih mempertahankan sebagian besar anggota di periode sebelumnya. Sebanyak 90 persen kepengurusan lama tetap dipertahankan untuk menggerakkan Porlasi Kaltim beberapa tahun mendatang.

“Tidak banyak perubahan. Sekitar 10 persen saja. Kenapa tak banyak berubah karena pengurus lama itu kami sudah sangat solid. Tekad dan tujuan kami masih sama, jadi ya kita lanjut,” kata Ketua Porlasi Kaltim terpilih, Tedi Abay melalui saluran telepon, Rabu (12/2/2020) pada Disway Kaltim.

Dijelaskan Tedi, pergantian sebagian kecil pengurus tidak didasari oleh seuatu permasalahan atau kelambanan dalam bekerja. Melainkan posisi anggota yang sudah tidak berada di Kaltim lagi dengan berbagai alasan.

“Kebanyakan karena sudah tidak tinggal di Kaltim. Kaya ada teman yang sebelumnya di Balikpapan, pindah tugas ke Maluku. Jadi mau tidak mau diganti dengan yang baru,” sambungnya.

Porlasi Kaltim sendiri tidak merasa SK kepengurusan baru harus segera terbit. Bahkan mereka tak memiliki target kapan akan melakukan pelantikan. Hal ini disebabkan lantaran program TC Mandiri atlet layar yang akan bertanding di PON XXI Papua 2020 mendatang sama sekali tak terganggu.

12 atlet layar Kaltim yang menjadi tim PON saat ini sedang fokus berlatih di Berau. Bersama ratusan atlet binaan Porlasi Kaltim lainnya.

Rencananya, pelantikan kepengurusan baru akan dilakukan jika ada Kejuaraan Daerah layar yang belum diketahui kapan akan digelar.

“Kami gak buru-buru. Rencana pelantikan tunggu ada Kejurda agar ngumpul semuanya. Tapi belum tahu kapan, karena tidak lama lagi kan Puslatda. Jadi kami tidak ingin mengganggu program latihan yang sudah ditata oleh KONI Kaltim,” jelas Tedi.

Tim layar Kaltim seperti diberitakan sebelumnya, menargetkan capaian yang sangat tinggi di PON Papua mendatang. Dari 10 kelas yang diikuti, layar Kaltim menargetkan mendapat 7 medali emas sekaligus ingin menjadi juara umum. (ava/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*