PT HMSP Latih Pelaku UMKM,

Bekali Cara Pengemasan hingga Pemasaran Produk

Balikpapan, DiswayKaltim.com – PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melalui fasilitator Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menggelar latihan kewirausahaan di Kelurahan Baru Tengah, Balikapapan Barat, Balikpapan, Rabu (11/2).

Latihan dengan tema Peningkatan Standarisasi Urban Farming yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT HMSP ini merupakan kegiatan tahun ketiga. Yang melibatkan puluhan kelompok binaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lima rukun tetangga (RT).

Presiden Direktur PT HMSP Paul Janelle mengatakan, UMKM adalah sektor yang paling potensial dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia.
Sejalan dengan Program Nawacita yang diusung Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, kata Janelle, salah satu akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional adalah peningkatan daya saing UMKM pada pembukaan PPK Sampoerna Expo 2016 di Pasuruan, Jawa Timur.

Program tersebut diharapkan dapat menciptakan lebih banyak pengusaha sukses. Agar dapat menularkan pengetahuannya ke masyarakat dan menciptakan multiplier effect. Sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Fasilitator Lapangan Kotaku Dinas PUPR Balikpapan Usel Redi Wibowo menambahkan, latihan ini diharapkan dapat menyentuh pasar tradisional dan modern di Balikpapan.

“Pelatihan ini lebih ke arah bagaimana dan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk standarisasi market,” ungkapnya.

PT HMSP dalam dua tahun terakhir konsen melakukan penanaman dan penghijauan. Hasil panen dapat dikonsumsi oleh warga. Tahun selanjutnya barulah peserta diberikan pelatihan. Titik tekannya, membekali cara menghasilkan produk yang standar untuk dijual di pasar.

“Alhamdulillah di tahun kedua kemarin hasil tanaman hidroponik di lima RT tersebut sudah banyak dikenal masyarakat dan dibeli dari RT sekitarnya,” beber Redi.

Dalam pelatihan ini, pembicara akan membahas standarisasi hasil panen. Mulai dari ukuran, warna, berat, hingga packaging yang baik untuk masuk ke pasar modern seperti supermarket dan mal.

“Setelah ini, masih ada dua tahapan lagi hingga bulan depan. Pelatihan bagaimana cara menjualnya. Dan langsung turun ke lapangan,” jelasnya.

Narasumber dari Asosiasi Hidroponik Balikpapan Noor Mansyah mengatakan, kali ini para peserta pelatihan akan dibekali cara menghasilkan sayur hidroponik yang layak dijual di pasar tradisional dan modern.

Jika program ini sudah berjalan, para peserta binaan CSR PT HMSP ini akan dibekali cara mengolah sayuran menjadi bahan olahan. Seperti keripik seledri dan mi hijau dari sayur hidroponik.

“Tak hanya sayuran saja, kami juga melakukan hidroponik untuk bunga dan hasilnya bisa dikonsumsi untuk garnis dan puding,” pungkasnya. (adv/snd/qn)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*