Pemainnya Tak Dilirik Timnas, Borneo FC Tak Berkecil Hati

Tak ada pemanggilan timnas, seluruh pemain Borneo FC Samarinda fokus persiapan tim jelang Liga 1 (Tebe/ Disway Kaltim)

Kukar, DiswayKaltim.com – Pelatih anyar timnas, Shin Tae-yong telah menunjuk 34 pemain yang dipersiapkan untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia melawan Thailand dan Uni Emirate Arab. Menariknya, tak satu pun pemain Borneo FC Samarinda yang dicomot untuk mengikuti pemusatan latihan yang berlangsung pada tanggal 14-23 Februari tersebut.

Kampiun Liga 1 Indonesia, Bali United menjadi tim terbanyak yang menyumbang pemain (7), lalu diikuti Bhayangkara FC (4), serta PSIS, Arema FC, dan Barito Putera dengan masing-masing 3 pemain. Dari 7 tim teratas di Liga 1 Indonesia musim lalu, hanya Borneo yang tidak menyumbang pemainnya untuk timnas.

Asisten pelatih Borneo FC Samarinda, Ahmad Amiruddin mengaku terkejut tidak satu pun pemainnya yang dilirik pelatih timnas. Padahal jika menilik penampilan pemainnya musim lalu, ia percaya beberapa pemain pantas untuk dilirik pelatih asal Korea Selatan tersebut.

“Saya pikir karena koki (baru) ya, jadi dia punya penilaian sendiri. Kami menghormati keputusannya. Tapi jika tim pelatih timnas masih berisi orang lama, saya yakin akan ada pemain Borneo yang dipanggil. Karena musim lalu sampai pekan ke-33 kami konsisten di posisi 2 dan 3 besar,” ujar Amir, Kamis (13/2/2020).

Amir pun menangkal jika dikatakan pemain lokal Borneo memiliki skill di bawah rata-rata. Untuk itu, tim pelatih Borneo FC Samarinda sudah mengatakan kepada para pemainnya untuk tidak berkecil hati dan tetap fokus mempersiapkan diri untuk Liga 1 Indonesia yang akan digelar dua pekan lagi. Dengan tidak dilirik timnas, Amir ingin momentum ini dijadikan motivasi agar pemain Borneo lebih gigih lagi memperjuangkan posisinya untuk bisa menembus timnas Indonesia.

“Tapi bagus juga sih dengan tidak dipanggil. Artinya pemain harus meningkatkan kemampuannya lagi. Harus lebih kerja keras lagi agar bisa masuk timnas. Imbasnya baik untuk tim kalau para pemain bersikap seperti itu,” lanjutnya.

Hal lainnya, Borneo FC Samarinda bisa mempersiapkan tim dengan lebih baik lantaran tidak ada pemainnya yang absen di masa persiapan tim. Karena jika ada pemain penting yang mengikuti TC timnas, kata Amir, akan mengubah ritme program latihan yang sudah disiapkan oleh Edson Tavares.

Lebih lanjut, Amir merasa bahwa Borneo FC Samarinda patut kecewa dengan tidak adanya pemain Pesut Etam yang dipanggil ke timnas. Lantaran sedari awal, Borneo memang membuat program jangka panjang agar pemain lokalnya bisa menembus timnas. Hal itu ditunjukkan dengan konsistensi tim asal Samarinda itu mengontrak cukup banyak pemain muda hingga 3 sampai 4 musim.

“Kalau sesuai filosofi kami, memang muaranya itu ke timnas. Kami banyak memberi kesempatan pemain muda untuk meningkatkan levelnya yang tujuan akhirnya itu memang timnas. Ini jelas jadi tamparan buat kami agar lebih baik ke depannya,” tutupnya.

Borneo FC sebenarnya tidak gagal-gagal amat untuk menjadi tim yang punya prospek tinggi menproduksi pemain nasional. Pasalnya dari 34 nama yang diboyong Shin Tae-yong, dua diantaranya adalah pemain Borneo FC Samarinda musim lalu. Adalah Nadeo dan Lerby Eliandry yang memang dibesarkan oleh tim yang bermarkas di Stadion Segiri Samarinda itu. (ava)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*