Karst Sangkulirang- Mangkalihat Layak Jadi Situs Geopark

Para ahli dan narasumber saat diwawancarai usia diskusi FGD Karst Sangkulirang – Mangkalihat menuju pengembangan Taman Bumi (Geopark) di Hotel Midtown, Samarinda, Selasa (11/2). (Muslim Hidayat/Disway Kaltim)

================

 

Samarinda,DiswayKaltim.com – Karst Sangkulirang – Mangkalihat di Kabupaten Kutai Timur dan Berau, dinilai layak menjadi Geopark. Atau taman bumi warisan geologi dunia. Untuk itu, Pemprov Kaltim tengah serius mempersiapkan konsep Geopark Sangkulirang – Mangkalihat untuk diusulkan sebagai Geopark nasional maupun global.

Pusat Study Karts dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Eko Haryono menyatakan, Karst Sangkulirang Mangkalihat sudah memiliki warisan geologi. Dalam hal keragaman geologi (Geodiversity), keanekaragaman hayati (Biodiversity) dan keragaman budaya (Cultural Diversity).

“Dari sisi geodiversity memiliki potensi yang dapat diusulkan jadi geopark. Misalnya sebagai mikro perpecahan dari gondwana, sejarah pemekaran selat Makassar, pengendapan batugamping, hingga gua. Termasuk lukisan tangan tertua di dunia, itu sampai 35 ribu hingga 45 ribu tahun yang lalu. Berdasarkan hasil penelitian kerja sama kita dengan ahli geologi Australia,” katanya dalam Focus Group Discussion (FGD) garapan Dinas ESDM Kaltim bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dengan tema Karst Sangkulirang – Mangkalihat Menuju Pengembangan Taman Bumi (Geopark) di Hotel Midtown, Samarinda, Selasa (11/2) kemarin.

Sementara dari sisi potensi biodiversity, kata dia, kawasan tersebut memiliki kekayaan hayati yang melimpah. Selain menjadi wilayah orang utan, juga terdapat 98 jenis vegetasi yang dilindungi.

Adapun yang akan diusulkan masuk dalam Goepark terdiri dari 8 site atau blok yang terpisah-pisah. Masuk dalam Kawasan Bentang Alam Karst (KABK) di Kutim dan Berau. Seluas 191.827 hektare di Berau dan 171.925 hektare di Kutim. “Potensi ini akan diupayakan melalui konsep Geopark,” jelasnya.

Ke-8 site yang akan diusulkan, yaitu, Suaran  (karakteristik Karst Labirin), Merabu – Kulat (Sinklinal Karst), Batu Onyrn (Sinklinal Karts) Tabalar- Domaring (karst plato), Mangkalihat (kerucut karst), Gergaji (karst plato), Tutunambo Nyere (karst plato) dan terakhir Sekerat (karst plato). Dengan luasan kurang dari 20 ribu hektare.

Merujuk situs Komite Nasional Geopark Indonesia, status Karts Sangkulirang – Mangkalihat saat ini sudah masuk dalam potensi warisan geologi atau potensial geoheritage. Di Indonesia ada 15 geopark dengan status nasional. Dan empat geopark dengan status Unesco Global. Salah satunya Geopark Gunung Sewu, yang membentang di provinsi Jogjakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Disisi lain, dalam kajian itu terungkap bahwa kawasan tersebut terdapat adanya tumpang tindih lahan. Dalam kawasan KABK seluas 362.706,11 hektare berdasarkan Pergub Kaltim No 67 tahun 2012 tentnag perlindungan dan pengelolaan ekosistem Karst. Baik usaha perizinan pertambangan batu bara, hingga lokasi rencana pembangunan pabrik semen di sekerat kawasan tersebut.

Namun demikian, ia menegaskan, dalam masterplan yang diusulkan untuk geopark, lokasinya terpisah dengan pertambangan. Ia memastikan dari 8 site yang bakal diusulkan menjadi geopark bukan yang digunakan untuk pertambangan. “Geosite kita sebagian besar itu ada di merabu, biduk- biduk, labuan cermin dan karangan,” sebutnya.

Penentuan 8 site yang akan diusulkan sebagai geopark tersebut, kata dia, sudah melalui identifikasi dari seluruh luasan KABK tersebut. Mengkomparasikan dengan syarat geopark. Hasilnya, 8 site tersebut yang paling minim konflik antara pemanfaatannya dengan konservasi.

“Yang sekerat lokasi semen tidak kita masukkan. Pertimbangannya komparatif tadi, potensi konfliknya. Kalau yang paling kaya potensinya itu merabu, khusus sekerat yang menonjol hidrologi dan hayatinya, yang lainnya enggak,” bebernya.

Menurutnya, geopark bukan anti tambang. Karena sebagian besar geopark di dunia merupakan bekas tambang. “Tapi kalau sekarang (dibangun) kalau bisa tidak,” pintanya.

LEBIH TUA DARI MAROS

Kajian yang dilakukan para ahli tersebut, atas dasar keinginan Pemprov Kaltim untuk mengembangkan potensi pemanfaatan KABK. Yang akan diusulkan ke Badan Geologi Kementerian ESDM. Pemkab Kutim sudah menetapkan 362.706,11 hekatre. Tinggal Berau yang tengah berproses menetapkan KABK seluas 191.827 hektare.

Senior Manager YKAN Niel Makinuddin menuturkan, kajian tersebut dapat menjadi dasar pemprov dalam menyusun rencana induk geopark. Menginventarisasikan tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Sebagaimana visi dan misi Pemprov Kaltim.

Sebab, kata dia, dengan konsep geopark di KABK Kutim dan Berau, maka akan menjawab masalah konservasi, edukasi sekaligus soal ekonomi. Ia mencontohkan dengan geopark Gunung Kidul di Jogjakarta. “Itu ekonomi dengan KABK nya ditetapkan geopark, sekarang luar biasa eknominya berkembang,” jelasnya.

Sebab, di kawasan yang akan diusulkan itu ada 110 desa atau kampung dari 2 kabupaten yang masyarakatnya masih dalam garis kemiskinan.

Oleh karena itu, ia mendukung jika Pemprov Kaltim mengusulkan Sangkulirang – Mangkalihat sebagai Geopark di kawasan KABK. Karena akan menjawab persoalan pengelolaan KABK, mulai dari pengembangan ekonomi, lingkungangan konservasi hingga sosial budaya.

Bahkan dari kajian tersebut juga, dalam potensi sosial budaya, atas penelitian bersama James Cook University Australia mengasilkan, lukisan tangan atau hand painting di Goa Sangkulirang lebih tua ketimbang yang ada di Goa Maros Geopark.

KEUNTUNGAN JADI GEOPARK

Hanang Samodra, Peneliti Ahli Utama Badan Geologi Kementerian ESDM l menyatakan, sebenarnya UNISCO tidak mempersoalkan bila geopark terdapat pertambangan. Asalkan dengan catatan, kata dia, harus memiliki izin dan amdal yang jelas.

Hasil tambang tidak dijual di dalam area geopark, serta pengelola geopark tidak ikut bermain dengan pertambangan tersebut. Hanya saja, kata dia, bila ada pertambangan di dalam geopark tidak elok dan sangat berpotensi terjadi konflik.

“Boleh di situ ada tambang, tapi tidak elok. Sebab, di kawasan yang dimaksudkan untuk berkelanjutan, ada sisi pelestarian dan pendidikan, kok tiba-tiba ada tambang. Boleh sebenarnya, seperti contoh di Gunung Batur, gunung api aktif yang ditambang warga,” ungkap Hanang

Jika Karst Sangkulirang – Mangkalihat ditetapkan sebagai Geopark, kata dia, maka akan banyak keuntungan yang didapat oleh daerah. Menurutnya, status geopark akan menjadikan destinasi wisata unggulan bagi daerah. Apalagi jika diakui oleh UNESCO, geopark tersebut akan dibranding dan dipromosikan secara gratis. (lim/dah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*