Hadapi Perubahan dan Pemindahan IKN, Milenial Didesak Tingkatkan Kompetensi

ERWINSYAH. (ISTIMEWA)

Kukar, DiswayKaltim.com – Dalam hitungan tahun, ibu kota negara (IKN) Indonesia sudah dipindah ke sebagian wilayah Kabupaten Kukar dan Penajam Paser Utara (PPU).

Ini merupakan peluang besar bagi pembangunan Kukar. Dipastikan jutaan penduduk akan pindah ke IKN. Diharapkan kebijakan ini membawa kesempatan bagi milenial. Mengambil peran dalam membangun IKN.

Dalam diskusi bertajuk IKN Sudah Ditetapkan, Generasi Milenial Kukar Bisa Apa, Ketua KNPI Kukar Thauhid Afrilian Noor meminta generasi milenial Kukar terus memperkaya ilmu. Salah satunya dengan banyak membaca. Perkembangan teknologi membuat semua orang bisa dengan mudah mencari buku bacaan lewat gadget.

“Sekarang membaca buku itu mudah,” ucap Thauhid, Minggu (16/2/2020).

Sementara itu, Pemerhati Budaya Kukar Dedi Sudarya atau yang karib disapa Nala Arung mengatakan, kaum milenial harus diberi tempat untuk mengemukakan gagasannya dalam pembangunan IKN. Forum-forum diskusi yang memberi banyak ruang untuk berbicara dan mendengar.

Tentunya dengan melibatkan mentor dan narasumber yang mumpuni. “Jangan berbicara tentang gagasan baru jika mereka tidak diberi kesempatan bicara,” tegas Nala.

Menurutnya, kelompok milenial harus siap menghadapi perubahan. Terlepas adanya pemindahan IKN ke Kukar atau tidak. Karena kabupaten tersebut harus mengikuti perubahan. Baik perubahan mental, ekonomi, maupun budaya.

“Harus berani keluar dari ruang pemikiran yang mainstream. Berani berpikir beda,” tambah Nala.

Akademisi sekaligus Rektor Unikarta Tenggarong Erwinsyah mengatakan, milenial Kukar harus bisa bersaing dengan milenial yang datang ke IKN. Sehingga kompetensi milenial Kukar harus disiapkan sejak dini.

Kata Erwin, kaum milenial Kukar mesti meningkatkan kapasitas dirinya. Baik kemampuan berbahasa, analisis kritis, maupun kreativitas.

Memasuki era digitalisasi, tidak ada lagi batasan bagi milenial untuk mengembangkan kemampuannya untuk bersaing dengan jutaan milenial yang akan datang. “Potensi untuk bersaing itu ada,” pungkas Erwin. (mrf/qn)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*