8 Personel Polres Diganjar Penghargaan

KAPOLRES Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo memberikan penghargaan kepada Kapolsek Teluk Bayur Iptu Nurhadi, Senin (17/2).(IST)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Tujuh anggota Polsek Teluk Bayur yang berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 689,57 gram, diganjar penghargaan.

Penghargaan diberikan Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo kepada Kapolsek Teluk Bayur Iptu Nurhadi, Kanit Reskrim Polsek Teluk Bayur Aipda Mariyono, Aipda Edy Sucipto, Bripka Eko Cahyo, Briptu Dedi Jumrianto, Briptu Deka Wisa Prasetya dan Briptu M. Anwar Sanusi pada upacara di halaman Polres Berau, Senin (17/2) pagi.

“Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kami, karena sudah berjasa mengungkap bandar sabu di Kabupaten Berau hanya dalam kurun waktu tidak sampai 24 jam saja,” ujar Kapolres.
Dikatakan, mengungkap peredaran sabu, apalagi dengan jumlah lebih setengah kilogram bukanlah perkara mudah.

Butuh kerja keras dan integritas tinggi untuk mengungkapnya. Terlebih, mengungkap bandar narkoba yang menggerakkan jaringan di tiga wilayah, yakni Gunung Tabur, Tanjung Redeb dan Teluk Bayur.

“Ini juga merupakan bagian komitmen kami dalam memberantas narkoba di wilayah Berau,” ujarnya.
Dia juga berpesan kepada jajarannya, agar penghargaan yang diberikan kepada 7 personel Polsek Teluk Bayur, bisa menjadi motivasi bagi aparat kepolisian di Berau.

Selain penghargaan atas pengungkapan bandar narkoba di Berau, Kapolres juga memberikan penghargaan kepada anggota Satresnarkoba Polres Berau, yakni Aipda Romy Kalces atas pengabdian dan kontribusinya mendirikan Pondok Pesantren Daarur Rahmah di Jalan Poros Rantau Panjang, Kecamatan Sambaliung.

“Karena tugas kepolisian bukan hanya untuk menjaga keamanan. Namun, juga memberi kenyamanan dan kemudahan kepada generasi penerus untuk menuntut ilmu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Teluk Bayur Iptu Nurhadi mengatakan, dengan diberikannya penghargaan tersebut membuat pihaknya lebih bersemangat dalam memerangi peredaran narkoba. Menurutnya, narkoba merupakan musuh bersama. Karena apabila dibiarkan dapat merusak masa depan bangsa, khususnya generasi muda Berau. */ZZA/REY

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*