Mangkrak Sejak Diresmikan

Dermaga Maratua yang Spesifikasinya Dikurangi

TANJUNG REDEB, DISWAY – Pembangunan Dermaga Maratua telah rampung dan diresmikan, sejak tahun 2015. Lalu, kenapa hingga kini fasilitas tambat kapal belum dioperasikan?

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Abdurrahman membenarkan, pembangunan dermaga berukuran 40×8 meter dengan trestel 142×4 meter menghabiskan biaya sekira Rp 60 miliar, yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Kaltim 2013, telah rampung terbangun.

Kendati demikian, spesifikasi dermaga menjadi faktor belum difungsikannya dermaga tersebut. Pasalnya, posisi dermaga berada di titik dangkal, sehingga tidak memungkinkan kapal melakukan tambat di pelabuhan, ketika air laut surut.

“Hanya pada saat pasang air saja digunakan, ketika surut tidak bisa,” katanya kepada Disway Berau saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/2).

Dia mengaku tidak begitu mengetahui pelaksanaan pembangunan Dermaga Maratua. Tetapi, berdasarkan laporan stafnya, pembangunan Dermaga Maratua, ihwalnya diajukan sebesar Rp 120 miliar. Namun, hanya direalisasikan sekira Rp 60 miliar.

Akibat keterbatasan anggaran, pembangunan menyesuaikan kondisi keuangan dengan mengurangi spesifikasi dermaga. Alhasil, ujung dermaga masih berada di titik surut air laut.
“Yang seharusnya dibangun 10 meter, hanya dikerjakan 6 meter,” terangnya.
Selain itu, menurut Abdurrahman, perhitungan dan penempatan lokasi terlalu dipaksakan. Dia menilai, lokasi pembangunan dermaga tidak ideal atau kurang tepat, mengingat posisi dermaga menjadi pertemuan angin yang memicu arus gelombang tinggi.

“Asal usulnya disetujui dibangun di sana saya tidak tahu. Kalau keterangan anggota, pertimbangan berada di titik lurus koordinat Pulau Maratua dan Tanjung Batu,” ungkapnya.

Sementara, penambahan panjang dermaga menjadi solusi untuk mengoperasikan Dermaga Maratua. Bahkan, rencana tersebut telah diajukan sejak tahun 2016, dengan melakukan penambahan panjang dermaga 10 meter dari existing dermaga. Realisasi itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 35,8 miliar.

“Karena, 7-10 meter sudah ketemu palung laut. Sehingga setiap saat kapal bisa bersandar, meski kondisi air sedang surut,” ucapnya.

Yang jadi persoalan, ujar Abdurrahman, pengajuan penambahan panjang dermaga belum bisa terealisasi, akibat keterbatasan anggaran Kabupaten Berau. Pun rancana itu sudah disampaikan ke pemerintah provinsi hingga pusat, untuk mendapatkan dukungan dana merealisasikan hal tersebut.

“Kalau mengharapkan anggaran daerah tidak mampu, jadi membutuhkan suntikan bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Karena anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Hanya saja, pengajuan belum memperoleh respons positif,” sebutnya.

“Tapi, rencana itu selalu kami masukkan ke dalam draft tiap tahun, sebagai program yang diajukan. Begitu ada dana, langsung dikerjakan,” tambahnya.

Namun, Abdurrahman meminta masyarakat Pulau Maratua jangan berkecil hati. Pasalnya, Pemrov Kaltim akan segera merenovasi Dermaga Lawang-Lawang di Kampung Teluk Harapan, melebihi spesifikasi Dermaga Maratua.

Bahkan, posisi dermaga cukup aman bagi kapal yang akan berlabuh, karena berada di dalam teluk.

“Perencanaannya sudah ada, tapi action-nya belum tahu kapan. Karena perencanaan berada di Dishub Kaltim. Hanya saja, kabarnya akan dilaksanakan secepatnya,” pungkasnya.(*/jun/app)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*