Motor Korban Laka Dibawa Kabur, Kapolresta: Hanya Salah Paham

Ilustrasi kecelakaan. (in)

===

Balikpapan, Diswaykaltim – Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Peribahasa ini yang paling pas untuk menggambarkan kondisi yang dialami Maulana dan temannya. Mereka mengalami lakalantas pada Ahad (16/2) sekitar pukul 01.30 Wita di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Permai (BP). Bukannya ditolong, justru motor mereka dibawa kabur sopir pikap, yang beralasan ingin membantu mengantarkannya ke kantor polisi. Kejadian ini sempat viral di media sosial di Kota Minyak.

Kejadian bermula saat Maulana menggunakan motor Ninja CBR dan temannya menggunakan motor Yamaha N-Max. Mereka bergerak dari arah BSB menuju Jalan Jenderal Sudirman. Saat itu mereka berjalan beriringan. Namun datang kendaraan lain yang dikemudikan oleh seorang perempuan yang kemudian menabrak motor temannya Maulana. Lantaran jaraknya berdekatan, Maulana ikut terjatuh.

“Temannya keponakan saya ditabrak orang. Mereka jatuh bersama,” ujar Yusmoko, paman korban, Senin (17/2).

Tak lama setelah kejadian, datang sebuah mobil pikap hendak membantu kedua korban. Sementara perempuan yang penabrak itu dibawa ke rumah sakit oleh pengendara lain. Sang supir pikap langsung mengangkut motor kedua korban dan berencana mengantarkannya ke kantor polisi. Sementara temannya Maulana dirujuk ke RSKD lantaran mengalami luka-luka.

“Supir pikap itu mengangkat motor dan korban. Sementara motor perempuan itu enggak dibawa. Katanya ditaruh di pos polisi dekat situ. Nah keponakan saya tadinya mau ikut naik di bak pikap tapi enggak dibolehkan supir. Akhirnya ia diantar orang ke rumah sakit,” jelas Yusmoko.

Sayangnya motor yang ditunggu-tunggu justru tak ada kabar. Sang supir tak kunjung mengantarkan kedua motor yang masih terbilang baru itu, ke kantor polisi. Walhasil, hingga kemarin pagi tak ada kabar. Ia melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Ditunggu enggak ada. Katanya pikap berbelok arah. Jadi kami lapor polisi. Ciri-ciri supir bertato, mereka berdua,” terangnya.

Sementara itu Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi mengatakan hal ini hanya salah paham. Sebab motor korban telah ditemukan di kawasan Kilometer 5 Batu Ampar setelah kejadian. Sebenarnya sang supir tersebut memang hendak beritikad baik mengantarkan motor korban ke rumah sakit. Tapi terjadi missed communication soal lokasi. Yakni sang supir menunggu di RS Siloam, sementara korban berada di RSKD.

“Motornya sudah ketemu di Kilometer 5. Ditunggu sampai pukul 05.00 Wita enggak ketemu juga,” jelas Kombes Pol Turmudi.

Lanjut Kapolresta Balikpapan, sang supir terkejut ketika melihat ramai dibicarakan di media sosial mengenai kejadian ini. Untuk menghindari hal yang tidak-tidak, ia pun langsung menelepon anggota piket laka kepolisian dan janjian untuk ketemu guna menyerahkan motor korban. Walhasil mereka akhirnya menyerahkan kedua kendaraan tersebut kemarin pagi di Batu Ampar.

“Mereka dengar katanya ramai dibicarakan. Makanya biar enggak jadi fitnah, motor diantarkan ke anggota polisi biar aman. Diantarnya Ahad pagi,” jelasnya. (bom/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*