Berau Jadi Perhatian Kedubes Jerman

Soal Isu Pembukaan Lahan Sawit Dibakar

TANJUNG REDEB, DISWAY – Isu pembukaan lahan sawit dengan cara membakar, memancing Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman, datang ke Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya Berau, Selasa (18/2).

Ke Berau, rombongan Kedubes Jerman dipimpin Wakil Duta Besar Jerman Hendrik Barkeling. Tujuannya, ingin membuktikan kebenaran isu yang berkembang di beberapa negara Eropa, yang menyatakan di Indonesia, pembukaan lahan sawit dengan cara dibakar.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengatakan, bahwa tujuan utama dari Kedubes Jerman, melihat langsung pengelolaan perkebunan sawit di Bumi Batiwakkal.
“Jadi memang di beberapa negara bagian Eropa itu, heboh terkait adanya isu pembukaan lahan di Berau yang menggunakan cara membakar,” ujarnya kepada Disway Berau, Selasa (18/2).

Lanjutnya, Kedubes Jerman didampingi langsung olehnya, juga mencari informasi terkait proses perizinan, hingga pemetaan tata ruang di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau. Pasalnya, segala informasi tentang Berau, ada di instansi tersebut.

“Tadi kami dampingi mereka untuk mengecek secara langsung peta tata ruang perkebunan sawit yang ada di Berau,” katanya.

Kedubes Jerman juga mempertanyakan perubahan iklim di Bumi Batiwakkal. Hal tersebut dijawab tegas oleh pihaknya, bahwa di Kabupaten Berau memang sempat terjadi kebakaran lahan tahun 2019. Dirinya menjelaskan bahwa adanya kebakaran lahan tersebut terjadi pada musim kemarau yang berkepanjangan.

“Kami sudah jelaskan (soal kebakaran lahan). Namun, hal itu tidak dilakukan dengan sengaja,” ungkapnya.

Selain itu, persoalan isu pembukaan lahan, Kedubes Jerman tersebut juga ingin melihat kesiapan Provinsi Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.
“Kalau untuk Berau sendiri, Insya Allah sudah siap,” tegasnya.

Kesiapan Berau, sebagai penunjang IKN baru, juga ingin dilihat Kedubes Jerman. Apalagi, nantinya bisa menjadi penopang di sektor pariwisata.
“Sektor pariwisata di Berau ini sangat banyak, jadi kalau IKN pindah, Berau bisa menopang itu dari sektor wisata,” tandasnya. (*/fst/APP)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*