Sulut United Tahan Imbang Borneo FC Berkat Kecerdikan Ricky

Kesaraban adalah cara jitu Sulut United imbangi Borneo FC (Tebe/ Disway Kaltim)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Pelatih Sulut United FC, Ricky Nelson berhak mendapat kredit tinggi usai timnya berhasil menahan imbang Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri Samarinda, Selasa (18/2/2020) malam.

Sadar kualitas pemainnya jauh di bawah pemain Borneo, Ricky mengakalinya dengan formasi yang tepat. Di babak pertama, permainan Sulut sangat pasif. Mereka menumpuk semua pemain di area sendiri. Bahkan tak satupun pemain Sulut yang melakukan pressing terhadap pemain tuan rumah. Mereka fokus di areanya masing-masing. Sontak hal ini membuat pemain Borneo sedikit kebingungan. Meski mendominasi laga, hanya dua tendangan pemain Borneo yang tepat sasaran. Sementara Sulut, hanya membuat satu tembakan yang melayang di atas mistar Gianluca Pandeynuwu.

“Kami tahu kemampuan individu pemain di bawah level Borneo. Dengan 4 pemain asing, sulit bagi kami menandingi mereka. Jadi permainan pasif di babak pertama memang kami rencanakan. Bisa menahan 0-0 di babak pertama sudah sangat bagus,” jelas Ricky Nelson pasca pertandingan.

Di babak kedua, Ricky melakukan cukup banyak pergantian pemain. Namun itu tak lantas membuat permainan Sulut membaik. Tertinggal 2-0, Sulut belum juga bermain terbuka. Titik balik Sulut United terjadi ketika Borneo unggul 2-0, Diogo Campos dan Fransisco Torres ditarik keluar. Bersamaan dengan dua pencetak gol, Samma dan Kevin. Meski waktu tidak lagi panjang, Ricky langsung menerapkan plan B.

“Saya sangat bersyukur pemain tidak down saat tertinggal 2-0. Kami memang menunggu pemain asing Borneo dirotasi. Lalu saya merubah formasi dari 3-4-2-1 menjadi 3-4-1-2. Saya masukkan striker dan mengintruksikan bermain berani dengan harapan pemain Borneo melakukan pelanggaran di dekat gawang,” lanjutnya.

Benar saja, meski gol pertama Sulut lahir atas kerja sama apik beberapa pemain, bola berasal dari tendangan bebas yang cukup jauh dari area 16 Borneo. Gol kedua juga lahir dari situasi bola mati dimana pemain belakang Borneo melakukan pelanggaran semenit jelang bubaran di dalam kotak penalti.

“Seperti yang saya bilang kemarin, kualitas pemain lokal tidak terlalu jauh. Kami masih bisa atasi, tapi pemain asing beda. Makanya kami sabar menunggu Borneo melakukan rotasi,” tambahnya lagi.

Meski berhasil menahan imbang tuan rumah secara dramatis, Sulut United harus membayar mahal laga ini karena salah satu pemainnya, Michael Rumere harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami patah tulang bahu saat berbenturan dengan Wildansyah. (ava/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*