Sempat Panik, Lega Dapat Kabar Dipulangkan ke Tanah Air

Kisah Mahasiswi Kaltara yang Menempuh Pendidikan di Wuhan

Program Rekha Suara mengundang narasumber mahasiswi Kaltara yang menempuh studi di Wuhan, Selasa (18/2) malam.(HUMAS PEMPROV KALTARA)

Virus corona yang marak dibicarakan belakangan ini membuat mahasiswa Kalimantan Utara yang sedang menempuh pendidikan di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merasa khawatir. Adalah Ince Indira Sabrina Fatimah Ningsi dan Annisa Irba Widyasari yang bercerita tentang kondisi kota tempatnya menempuh pendidikan.

AMELIA GRADIS TARANITA, Humas

MELALUI program Rekha Suara di Radio Pelita FM, Selasa (18/2) malam, Indira adalah salah satu mahasiswi kedokteran di Hubei University. Ia menuturkan, saat terjadi penyebaran virus corona, seluruh transportasi umum seperti kereta, bus, di-lockdown.

Ia bersama Annisa mengaku mulai panik ketika pemerintah setempat menghentikan aktivitas luar ruangan. Hingga akhirnya mereka mendengar kabar bahwa akan dipulangkan menuju Indonesia.

Mendengar kabar akan dipulangkan ke Tanah Air, rasa senang pun menghampiri dia dengan WNI lainnya. Hanya saja, dalam prosesnya tidak langsung dipulangkan. Berdasarkan informasi yang diterima melalui media cetak, pemerintah pusat memutuskan untuk diobservasi lebih dulu warga Indonesia dijemput dari Wuhan. Keputusannya, observasi dilakukan di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau selama 14 hari.

“Pemulangan tersebut melalui proses pengumpulan data dari organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Tiongkok, lalu dikumpulkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), yang kemudian mengupayakan kepulangan para mahasiswa,” kata Indira ketika menjawab pertanyaan host Rekha Suara, Reki Jumadi.

Selama di Natuna, Indira mengaku mendapatkan pengalaman berkesan selama menjalani observasi. Dengan gestur penuh semangat, dia bersama temannya menepis pendapat sebagian orang bahwa mereka diisolasi.

“Alhamdulillah difasilitasi dengan baik seperti makan yang sehat dan vitamin,” ujarnya.

“Ada yang bilang kami diisolasi, padahal tidak. Semua kebutuhan kami dijamin pemerintah,” timpal Annisa.

Pada akhir perbincangan, mereka mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, serta istri Gubernur, Hj Rita Ratina Irianto Lambrie maupun seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltara yang telah membantu proses kepulangan. Seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra).

Mereka juga mengungkapkan rasa bangga akan kemajuan Kaltara yang cukup pesat, dan berharap setelah lulus kuliah dapat turut memajukan provinsi ke-34 ini. *

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*