Tim Bola Tangan Kaltim Masih Latihan Terpisah

Tim bola tangan Kaltim masih latihan terpisah dan butuh peralatan latihan (Tebe/ Disway Kaltim)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Tim bola tangan Kaltim masih menjalani latihan terpisah. Tim dipisah menjadi dua kelompok yang masing-masing berlatih di Balikpapan dan Samarinda. Hal ini terpaksa dilakukan karena mayoritas atlet bola tangan Kaltim masih bersekolah, baik tingkat SMP ataupun SMA.

“Mau tidak mau harus latihan terpisah dulu karena anak-anak masih sekolah. Jadi biar tidak mengganggu pendidikan mereka juga,” kata Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kaltim, Suryadi Gunawan, Rabu (19/2) melalui saluran telepon pada Disway Kaltim.

Meski menjalani latihan terpisah, Suryadi menampik jika persiapan mereka menuju PON XXI Papua 2020 tidak maksimal. Dengan persiapan sudah memasuki tahap TC Mandiri, tim pelatih tetap intens mengawasi perkembangan para atletnya.

“Persiapan tidak ada masalah. Walau latihan terpisah, setiap dua minggu semua atlet berkumpul di Samarinda untuk sparing antara tim A dan tim B di Hotel Atlit,” lanjutnya.

Jika sesuai rencana, bulan Maret semua atlet akan dikumpulkan di Samarinda untuk persiapan try out dan seleksi tahap 2. Diketahui meski sudah membentuk tim inti pada seleksi tahap 1 Januari lalu, tim bola tangan Kaltim masih memberlakukan promosi dan degradasi.

“Insyaallah Maret kami kumpulkan untuk persiapan try out. Kami akan ikut kejuaraan di Balikpapan sekaligus untuk seleksi tahap 2. Setelah itu barulah kami melakukan TC jangka panjang. Jadi bisa fokus hadapi persiapan PON,” tukas Suryadi.

**Peralatan Masih Kurang*

Seperti cabor lainnya, bola tangan Kaltim juga mengajukan pengadaan peralatan latihan kepada KONI Kaltim. Surat permohonan bantuan alat sudah diserahkan ke KONI Kaltim pada Januari lalu.

“Peralatan masih banyak kurangnya. Seperti bola, yang kami pakai latihan ini kondisinya sudah kurang layak sebenarnya. Tapi tetap dipakai karena memang adanya itu,” ujar Suryadi.

Selain bola, alat penunjang latihan lain yang mendesak diperlukan adalah lantai plastik dan gawang. Diketahui saat ini tim bola tangan masih menggunakan Hotel Atlit sebagai tempat berlatih. Di tempat itu, lantai lapangan masih berupa keramik karena tidak memiliki lapangan khusus bola tangan. Hal ini, kata Suryadi, bisa mempengaruhi cara bermain saat pertandingan yang sesungguhnya di PON nanti. Untuk itu, bantuan peralatan sebisa mungkin bisa mereka dapatkan.

“Saya tidak memberi target pada KONI untuk kapan alat bisa didapatkan. Ya, lebih cepat, lebih baik lah. Karena ini kan untuk kepentingan atlet juga,” tutupnya. (ava/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*