Rekom PDIP untuk Berau Belum Turun

ilustrasi (internet)

Tanjung Redeb, Disway – DPP PDIP telah mengeluarkan rekomendasi tahap I pasangan calon di 20 provinsi, untuk bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020, terutama Kaltim.

Berdasarkan surat edaran DPP PDIP Nomor: 1196/IN/DPP/II/2020, dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, baru empat daerah yang telah diberikan rekomendasi, yakni Kabupaten Paser, Kabupaten Kubar, Kota Bontang, dan Kota Balikpapan. Lalu, bagaimana dengan rekomendasi Pilkada Berau?

Ketua DPC PDIP Berau, Atilagarnadi membenarkan, Kabupaten Berau termasuk daerah yang belum menerima rekomendasi mengikuti pilkada di Bumi Batiwakkal. Namun, ditegaskannya, bukan terjadi masalah.

Tetapi, dijelaskannya, turunnya rekomendasi karena terjadi kesepakatan pasangan calon dan restu DPP PDIP untuk diusung maju pada pilkada 2020. Sementara, empat bakal calon bupati/wakil bupati yang telah mendaftar di DPC PDIP, yakni Muharram (PKS), Taupan Madjid (ASN), Rusianto (Gerindra) dan Djunaidi (PDIP), belum menyatakan sikap berpasangan maju Pilkada.

“Dari yang mendaftar kami komunikasikan tidak ada yang mau berpasangan, bagaimana mau diusulkan rekomendasi ke pusat,” katanya kepada Disway Berau, Jumat (21/2) kemarin.

Pria yang karip disapa Gatot ini mengungkapkan, salah satu balon kepala daerah yang telah mendaftar bahkan menuding pihaknya tidak mengirimkan berkas penjaringan ke DPP PDIP, sehingga rekomendasi Berau tidak terbit. Namun, dirinya enggan menyebutkan naman balon tersebut.

Perlu dipahami, balon harus memahami perbedaan antara rekomendasi dengan mandat atau tugas partai. Rekomendasi itu merupakan amanah Undang-Undang Pilkada untuk disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“PDIP itu tidak mengenal mandat, tapi hanya mengenal rekomendasi. Namanya rekomendasi turunnya satu paket, calon bupati dan wakil bupati, bukan perorangan,” tegasnya.

Ditanya apakah rekomendasi PDIP untuk pilkada di Berau akan turun? Gatot menjawab, selama tidak ada kesepakatan pasangan calon, rekomendasi dipastikan tidak akan turun.
Terlebih lagi, PDIP hanya berbekal tiga kursi di legislatif. Sehingga, harus mencari koalisi untuk menggenapkan enam kursi dari persyaratan utama maju pilkada.

“Jika sampai hari pendaftaran di KPU belum ada kesepakatan pasangan, PDIP tidak akan meramaikan pilkada di Berau,” bebernya.

Gatot menambahkan, saat ini rekomendasi DPP PDIP untuk maju pilkada baru tahap I, masih menyisakan beberapa tahapan rekomendasi hingga pendaftaran masa pasangan calon di KPU pada Juni 2020.

“Masih ada dua tahapan lagi turunnya rekomendasi. Jadi, jangan bersikap gaduh dan membuat isu tidak benar terkait rekom PDIP. Semuanya masih dalam proses,” pungkasnya.(*/jun/app)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*