6 Hal Baru yang Pusamania Harus Tahu Dari Borneo FC

Borneo membenahi cukup banyak hal musim ini. (Tebe/ Disway Kaltim)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Musim baru, harapan baru. Borneo FC Samarinda membuat langkah berbeda dari musim-musim sebelumnya. Semua itu dilakukan bukan hanya untuk meningkatkan prestasi tim. Tapi bagaimana sepak bola bisa dinikmati semua orang, serta menumbuhkan rasa cinta dari suporter setia.

Berikut fakta dan data soal Borneo FC Samarinda musim 2020:

1. 14 Pemain Borneo berusia 23 tahun ke bawah

Borneo FC Samarinda tetap mempertahankan tradisi sebagai klub yang gemar mengorbitkan pemain muda. Hal ini mereka buktikan dengan mengontrak 14 pemain yang usianya 23 tahun ke bawah. Dari 14 itu, delapan diantaranya adalah skuad musim lalu.

“Filosofi kami adalah menjadi tim elit tanah air, namun memberdayakan banyak pemain muda, terutama pemain lokal asal Kaltim. Yang perlu diingat, pemain muda kami bukan pemain sembarangan. Mereka adalah pemain bertalenta,” kata Presiden Klub Nabil Husein.

2. Perkenalan pemain elegan, jadi contoh bagi tim Liga 1

Borneo FC Samarinda punya cara tersendiri saat memperkenalkan pemainnya. Pemain diwajibkan tampil parlente dengan setelan jas dipadu celana dan sepatu hitam. Rupanya cara ini mendapat kredit tersendiri dari PT Liga selaku operator Liga 1 Indonesia.

“Cara Borneo memperkenalkan pemain mendapat pujian dari PT Liga. Malah dalam forum yang diikuti semua media officer seluruh tim di Jakarta, kami jadi percontohan. Tentu saja kami bangga,” kata Head of Media Officernya Borneo FC, Brilian Sanjaya.

3. Harga tiket tidak berubah

Meski berupaya untuk menggenjot kehadiran suporter saat Borneo bermain di Stadion Segiri Samarinda, manajemen tidak menurunkan harga tiket, khususnya untuk tribun ekonomi. Jadi musim ini, harga tiket ekonomi tetap Rp 35 ribu.

“Tiket ekonomi sudah sangat murah untuk sekelas tim Liga 1. Jadi tidak ada penurunan. Tapi untuk tiket VIP fluktuatif tergantung besar kecilnya partai,” kata Chief Marketing Borneo FC Samarinda, Novi Umar.

4. Tidak ada lagi pedagang asongan di dalam stadion

Untuk membuat nyaman suporter saat menonton laga kandang, manajemen Borneo FC akan menata ulang penyelenggaraan. Salah satu yang akan berbeda musim ini adalah tidak ada lagi pedagang asongan di dalam stadion. Tapi tenang, suporter tetap bisa beli cemilan dan minuman, kok.

“Tidak ada lagi pedagang asongan di dalam stadion. Tapi nanti kami sediakan Tribune Market. Di situ akan dijual produk-produk dari sponsor. Ada juga produk lain yang bukan jadi kompetitor sponsor. Jadi tetap bisa beli makanan dan minuman,” kata Novi Umar.

5. Tak ada lagi parkir di sekitar stadion

Ini adalah langkah besar yang dilakukan Borneo FC Samarinda musim ini. Suasana di seputaran Stadion Segiri Samarinda akan dibuat lengang dan tertata. Nantinya, parkir kendaraan tidak boleh lagi di seputaran stadion. Sebagai peralihan, penonton dapat memarkir kendaraan di trotoar, halaman gedung serbaguna GOR Segiri andai tak ada acara, dan juga halaman kantor beberapa UPTD di sepanjang Jalan Kesuma Bangsa.

“Supaya sekitaran stadion lebih tertata. Penjual dadakan tetap ada di dekat stadion tapi akan kami atur penataannya. Ini kami lakukan agar suasana di luar stadion membuat nyaman suporter. Juga agar store di stadion bisa lebih hidup lagi,” masih Novi Umar.

6. Kebersihan stadion akan ditingkatkan

Mulai musim ini, kebersihan di Stadion Segiri Samarinda akan ditingkatkan. Terutama toilet agar penonton bisa menggunakan kamar kecil dengan nyaman.

“Selain kebersihan toilet, lampu-lampu di lorong stadion yang sering dikeluhkan penonton karena mati, akan kami rawat. Intinya kami akan berupaya maksimal agar penonton nyaman,” tukas Novi Umar.

Nah, itu tadi beberapa hal terbaru dari klub kebanggaan Pusamania. Apakah semua perubahan ini positif? (ava/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*