Berebut Restu Sultan, AH – Rusmadi Sambangi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Kukar, DiswayKaltim.com – Beragam cara dilakukan demi meraih kemenangan. Pada pilkada Samarinda nanti. Diantaranya berebut restu Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin.

Seperti yang dilakukan pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Samarinda Andi Harun – Rusmadi Wongso.

Keduanya menyambangi kediaman Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, di Kedaton Kutai Kartanegara, Sabtu (22/2/2020) pagi tadi.

Kunjungan pasangan ini sebagai bentuk silaturahmi dan meminta restu Sultan Aji Muhammad Arifin. Dalam mengarungi kontestasi Pilkada Samarinda 2020 mendatang.

Selain itu, kedatangan keduanya  sebagai bentuk simbol menjunjung tinggi nilai moral, adab dan akhlak. Dalam budaya bermasyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Terlebih Kota Samarinda sebagai bagian Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” ucap Andi Harun di sela-sela kunjungannya.

Dalam kunjungannya, Andi Harun memastikan jika dirinya terpilih dan menahkodai Samarinda lima tahun mendatang, akan ada perhatian khusus pada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Selain itu memastikan jika Samarinda bahkan kabupaten kota lainnya di Kaltim, tidak akan terputus dari ikatan sejarah dan warisan Kesultananan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Kami pastikan bukan sekedar turut terlibat dalam proses meninggikan budaya, tapi ikut turut menjaga warisan sebagai bagian dari Kerajaan Kukar,,” lanjut Andi.

Sementara itu Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin melalui Sekretaris Kesultanan Awang Yacoub Luthman (AYL) menyampaikan apresiasi, atas apa yang dikomitmenkan terkait pembiayaan adat budaya di Kukar.

“Baru kali ini ada calon wali kota yang memberikan penegasan tentang proses pembiayaan, dan kami mengapresiasi itu,”sebut AYL.

Dan lanjut AYL, Sultan Aji Muhammad Arifin berharap Pilkada 2020 bisa terus berjalan aman dan tertib. Dan tidak ada permasalahan yang terjadi selama gelaran kontestasi lima tahunan tersebut.

“Kalaupun terjadi kompetisi atau persaingan bisa dikendalikan oleh seluruh pihak,” pungkas AYL. (mrf/boy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*