Mobil Tak Sesuai Selera, Orderan Ojol Dibatalkan

Ilustrasi ojol. (in)

==

BALIKPAPAN – Warganet Kota Minyak baru-baru ini dihebohkan dengan adanya video viral seorang perempuan menolak sejumlah driver ojol. Penolakan itu dilakukan lantaran mobil yang diinginkan tidak sesuai dengan seleranya. Perempuan itu hanya menginginkan mobil tipe hatchback. Selebihnya dia menolak setiap driver yang membawa mobil jenis low cost green car (LCGC).

Perempuan berinisial AA itu memesan taksi online melalui salah satu aplikasi ojol. Namun AA menolak driver yang menerima ordernya saat mengetahui tipe mobil yang akan menjemputnya.

Sejumlah driver ojol menyayangkan sikap dari customer seperti itu. Sebab cancel yang dilakukan customer bisa menurunkan performa driver. Walhasil AA didatangi driver ojol untuk mempertanyakan maksud penolakan tersebut.

Di dalam video yang beredar, AA menolak lantaran gengsi. Unggahan tersebut menarik emosi warganet termasuk driver ojol.

“Aku enggak mau naik mobil seperti itu (menyebut beberapa merek mobil LCGC, red). Ya terserah mau dibilang bagaimana. Memang saya enggak mau. Tadi saya naik mobil yang saya suka (menyebut salah satu merek mobil hatchback, red),” ujarnya saat berada di salah satu tempat hiburan malam di Kota Beriman.

Para driver ojol mengaku kesal dengan sikap AA. Mereka yang mengetahui perkara ini lantas menolak balik orderan AA yang masuk lantaran trauma.

“Ini sangat merugikan kami. Kalau performa menurun, secara sistem berpengaruh dengan orderan yang akan masuk,” ujar Andi, salah satu ojol di kawasan Klandasan, Ahad (23/2).

Andi mengatakan, customer tersebut memang benar orang Balikpapan dan merupakan pelanggan ojol. Namun belakangan kejadian tersebut membuat ojol menandai akun AA agar tidak menerima orderan darinya. Sebab sejumlah ojol tak ingin mendapatkan perlakuan yang sama.

“Perempuan itu indekos di daerah Jembatan Mariyati. Kami menolak orderan dia karena sakit hati,” sebutnya.

Driver ojol lainnya, Danu berharap tidak ada lagi customer seperti AA di Balikpapan. Pasalnya seorang ojol hanya mencari nafkah untuk keluarga.

“Kalau bisa cukup dia saja yang begitu. Masyarakat lain jangan berbuat sama,” jelasnya. (bom/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*