Investor Tiongkok Tertarik Garap Jembatan Tol Balikpapan – PPU

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi berdiskusi dengan perwakilan China Railway Construction Corporation Ltd membicarakan berbagai kemungkinan kerja sama. 

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Peluang besar dalam pembangunan infrastruktur menjelang pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim menjadi daya pikat utama bagi investor luar. Salah satunya perusahaan asal Negeri Tirai Bambu, China Railway Construction Corporation Ltd (CRCC).

Perusahaan jasa konstruksi ternama dari Tiongkok itu menyatakan ketertarikannya membangun sejumlah infrastruktur di Balikpapan. Ketertarikan itu dinyatakan Indonesia Branch Managing Director CRCC Xu Fei usai bertemu Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Senin (24/2).

Keinginan berinvestasi, kata Xu Fei, lantaran  ekonomi di daerah yang makin bertumbuh, serta kekayaan sumber daya alam. “Ketertarikan lainnya karena pemindahan ibu kota negara baru, dimana ke depan jumlah penduduk akan bertambah. Dengan jumlah penduduk bertambah maka memungkinkan fasilitas juga akan bertambah,” terang Xu Fei.

Menurut Xu Fei, dari beberapa potensi investasi yang ditawarkan Pemerintah Kota Balikpapan, ia tertarik pada jembatan lintas laut atau jalan tol yang menghubungkan langsung dengan Kabupaten PPU. “Untuk yang lainnya, karena model kerja samanya belum begitu jelas, kami masih akan mempertimbangkan,” paparnya.

Usai pertemuan hari ini, Xu Fei menyatakan akan melihat apakah ia bisa bekerjasama dengan perusahaan lokal. “Kami harus melihat dari FS (feasibility study) dulu apakah ini ada kesempatan untuk kami atau tidak. Dan dari perusahaan lokal sendiri apakah membuka kesempatan untuk bergabung,” ujarnya.

Xu Fei menambahkan, kesempatan proyek yang diberikan bukan itu saja. Pihaknya juga tertarik untuk investasi membangun infrastruktur konstruksi. “Tapi jika memang ada atau berpeluang besar, kami tertarik untuk investasi dengan membangun infrastruktur konstruksi,” pungkasnya.

Sementara itu Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang didampingi Asisten II Bidang Pembangunan M Noor, dan Direktur Perusda Balikpapan Purbawidjaya, mengaku menawarkan beberapa potensi investasi di Balikpapan.

Diantaranya, coastal road, Kawasan Industri Kariangau dan jembatan tol penghubung Balikpapan – Penajam Paser Utara. “Ini (pertemuan) yang pertama kali setelah sebelumnya difasilitasi BPKM Kaltim,” kata Rizal Effendi.

Ia menyebut setelah ini bakal ada pertemuan lanjutan. “Kami akan kasih data lebih teknis. Mereka senang dan berharap betul ada peluang berinvestasi di Balikpapan,” bebernya.

Asal tahu saja, nilai investasi asing di Balikpapan sepanjang 2019 masih sangat kecil. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu, uang yang mengucur dari modal asing hanya Rp 374 miliar. Jumlah itu masih tertinggal jauh dari modal yang ditanam oleh pengusaha dalam negeri. Jumlahnya mencapai Rp 2,5 triliun. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*