Mencoba Ride Sharing InDriver; Penumpang Tentukan Sendiri Tarif Perjalanan 

Samarinda, DiswayKaltim.com – Pilihan jasa transportasi dalam jaringan (daring) bagi masyarakat semakin beragam. Setelah Gojek, Grab dan Maxim, satu lagi layanan ride sharing hadir di Bumi Mulawarman, khususnya Samarinda.

Adalah inDriver, perusahaan asal Rusia yang berkantor pusat di Mountain View, California. Lalu apa yang diusung layanan aplikasi ini? inDriver hanya menawarkan jasa kendaraan roda empat alias mobil. Tidak ada ojek motor, dan jasa pesan antar makanan. Keunggulan yang ditawarkan inDriver dibanding lainnya adalah  fitur Real Time Deals. Yakni, hak yang diberikan pada pengguna untuk menentukan sendiri biaya perjalanan.

Di Samarinda, aplikasi ini beroperasi sejak Kamis 20 Februari lalu dan dalam tahap meriset pasar. Hal ini digunakan untuk melihat antusiasme masyarakat dengan alternatif pilihan transportasi baru.

Disway Kaltim mencoba menggunakan aplikasi ini, Sabtu 22 Februari lalu. Harga yang ditawarkan memang jauh lebih murah dibanding aplikasi online sejenis.

Pengguna bisa menentukan harga perjalanan dengan batas minimal Rp 12 ribu rupiah. Kemudian dilakukan negosiasi dengan pengemudi. Antara pengguna dan pengemudi harus menyepakati harga sebelum melakukan perjalanan.

Untuk rute Sempaja Barat menuju Jalan Pangeran Hidayatullah, Samarinda, jarak tempuh sekitar 7,8 km, disepakati harga Rp 20 ribu. Jauh lebih murah, dibanding aplikasi lain yang bisa mencapai Rp 35 hingga Rp 45 ribu.

Selain itu, pengguna juga bisa memilih jenis kendaraan yang disediakan dari beberapa pengemudi yang menerima permintaan perjalanan. Jadi, penumpang yang memilih pengemudi, bukan sebaliknya.

Hanya saja, waktu tunggu yang digunakan memang sedikit lebih lama. Karena pengguna harus melakukan kesepakatan harga dengan pengemudi.

InDriver Support for Indonesia Ryan Rwanda menjelaskan, keunggulan inDriver memang pada fitur yang memperbolehkan penumpang mengatur tarif sendiri. Sesuai rute atau destinasi yang menjadi tujuan.

Nantinya, kata dia, pengemudi terdekat akan langsung menerima pemberitahuan melalui aplikasi. Lalu akan ada tiga pilihan yang dapat dipilih sesuai dengan yang mereka inginkan. Yaitu, menerima biaya yang ditetapkan oleh penumpang, mengabaikan tawaran penumpang, dan menawar dengan harga yang lebih tinggi.

“Fitur unggulan yang menguntungkan bagi para mitra saat menerima pesanan adalah mereka tidak secara langsung ditetapkan sebagai pengemudi dari penumpang yang memesan,” terang Ryan Rwanda.

Begitu penawaran disetujui oleh pengemudi, penumpang dapat memilih pengemudi yang sesuai dengan kategori yang diinginkan seperti tarif yang sesuai, peringkat pengemudi di aplikasi, perkiraan waktu kedatangan atau model kendaraan.

Selain itu, inDriver menawarkan pilihan kepada para pengguna untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Penumpang dapat berbagi lokasi GPS dan detail perjalanan secara langsung dari aplikasi dengan orang yang mereka percaya.

Jangkauan area pelayanannya mencakup seluruh daerah pinggiran kota Samarinda. Saat ini, pembayaran bisa dilakukan dengan uang tunai, yang memungkinkan dapat mengurangi biaya perjalanan.

Samarinda adalah kota ke-18 yang dijajal layanan aplikasi asal Rusia ini. Kota Tepian, sebut Ryan, masuk pertimbangan perluasan jangkauan berdasarkan hasil penilaian dari team marketing research dan strategi pengembangan yang sudah disiapkan.

“Untuk kota kota dengan jumlah terbanyak tentu dari kota-kota yang kita buka diawal, seperti Medan, Surabaya, dan Bandung. Secara jumlah cukup blessing tipis.  Untuk transaksi penumpang rata-rata hampir 60% kota yang sudah kita mulai launching memiliki persentase penyelesaian perjalanan yang cukup memuaskan,” paparnya, saat dihubungi, Senin (24/2).

Ryan menyebut, sampai saat ini perkembangan di sisi driver dan penumpang mengalami peningkatan yang cukup baik dan memuaskan. Ia mengaku optimistis dengan persentase market share yang telah diraih dan akan terus berkembang untuk mencapai pasar-pasar yang lainnya. InDrive hadir sebagai aplikasi transportasi berbasis teknologi yang melakukan penelitian untuk menguji minat pasar dalam layanan baru dan berbeda.

“Berjalannya waktu, kami pasti akan mengurus semua izin yang berlaku dan dibutuhkan. Sampai sekarang, kami hanya melakukan penelitian dan tidak ada ambil untung. Semua manfaat dan pendapatan yang diperoleh akan sepenuhnya diberikan kepada pengemudi kami,” beber Ryan.

Soal tarif, Ryan menjelaskan inDrive memiliki batas pembayaran dan batas terendah pendapatan. “Jika dihitung, ketika penumpang membayar sekitar 10-20% lebih dibandingkan aplikasi lain, justru pengemudi mendapatkan hasil yang sama. Bahkan justru lebih banyak karena kami tidak memotong pendapatan driver sedikitpun,” ujarnya.

Muhammad Wahyudi, pengemudi yang baru tergabung sebagai mitra inDriver juga mengaku masih banyak kendala dari aplikasi ini. Pertama, posisi peta lokasi yang tidak tepat. Dan aplikasi yang masih sering bermasalah. “Ini aja, map-nya nggak pas nih mbak, dan nggak bisa mengakhiri perjalanan. Mungkin karena masih baru,” ujarnya.

Wahyudi mengaku, sebelumnya ia hanya driver offline yang menawarkan jasa sewa mobil antar kota. Syarat yang diajukan untuk menjadi mitra inDriver pun cukup lengkap. Di antaranya adalah, STNK, SKCK, SIM A, BPKB mobil dan KTP.

Dari rilis resmi inDriver, layanan ini telah digunakan oleh 38 juta pengguna.  Di lebih dari 300 kota di 31 negara. Di Samarinda, mitra yang terhubung pada aplikasi ini sudah sebanyak 375 pengemudi. Sementara untuk transaksi pembayaran hanya bisa dilakukan secara tunai. (krv/eny2)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*