Kariangau Membludak Jelang Pelaksanaan Haul Guru Sekumpul

Para jamaah haul Guru Sekumpul memadati Pelabuhan Feri Kariangau kemarin. (Hafizh/Disway)

Balikpapan, Diswaykaltim – Jelang peringatan Haul Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan, ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Kaltim memadati Pelabuhan Feri Kariangau sejak beberapa hari terakhir. Namun, puncak keberangkatannya diprediksi terjadi sejak Kamis (27/2) pagi hingga Jumat (28/2) pagi.

Danru Operasional Lapangan Pelabuhan Feri Kariangau, Bayu Aprilian mengatakan sejak Senin (24/2) lonjakan penumpang kapal feri di Kariangau sudah terlihat. Namun tidak terlalu signifikan seperti yang terjadi pada Rabu (26/2) dan Kamis (27/2) ini. Jumlahnya bisa dua hingga tiga kali lipat.

“Diperkirakan Kamis malam, dan Jumat siang sudah berkurang. Pengendara motor cukup banyak,” ujarnya, Kamis (27/2).

Lanjut Bayu, situasi antrean kepadatan dari pengguna jasa yang ingin berangkat haul ini, pada puncaknya bisa meningkat 70-80 persen dari hari normal. Bahkan ia harus mengoperasikan 12 unit kapal feri, baik ukuran kecil dan besar.

“Yang jalan ada 12 unit ini, dengan empat dermaga. Tapi di PPU hanya ada dua dermaga. Kami operasionalkan sejak beberapa hari lalu,” jelasnya.

Rata-rata masyarakat yang berangkat Kamis ini agar setibanya di Martapura tidak sampai Sabtu. Pasalnya puncak acara haul terjadi pada Sabtu dan Minggu.

“Mereka yang berangkat ini mengejar waktu. Kalau bisa sampainya Jumat sore. Sebab acaranya Sabtu dan Minggu,” tambah Bayu.

Bayu menjelaskan, sejak Kamis pagi seluruh kapal feri selalu penuh kendaraan. Bahkan tidak ada ruang yang tersisa.

“Penuh terus dari subuh. Ini saja enggak ada henti. Besar kapal berbeda-beda. Kalau yang kecil muat 20-30 kendaraan. Kalau yang besar bisa sampai 50-60 kendaraan. Itu sudah dicampur dengan motor, mobil, truk dan bus,” ujarnya.

Dengan membludaknya masyarakat yang berangkat, ia memperketat alat keselamatan saat berada di dalam kapal feri tersebut.

“Justru yang meningkat begini kami juga tingkatkan keselamatannya. Supaya hal-hal yang tidak diharapkan tidak terjadi,” jelasnya.

Warga Tenggarong, Ahmad Dani (55) mengaku baru pertama kali berangkat. Sengaja memilih waktu berangkat Kamis sore.

“Kalau berangkat sekarang sampai sana paling Jumat sore. Jadi bisa istirahat dulu lalu Sabtu ikut acara seharian,” jelasnya.

Dani yang berangkat bersama rombongan menggunakan bus ini ikut antrean masuk ke dalam kapal feri cukup lama. Hal ini karena jarak antrean masuk ke pelabuhan cukup jauh.

“Sekitar tiga jam mengantre,” tambahnya.

Warga Balikpapan Hermansyah mengaku sudah menjadi kebiasaan untuk berangkat haul mendekati hari H. Dirinya sudah empat kali berangkat. Ia menyebut, dalam perjalanan menuju Martapura tidak akan secepat biasanya.

“Di Kalimantan Selatan juga enggak bisa mengebut lantaran macet,” ujarnya. (bom/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*