PDIP-Golkar Jadi Kunci, Gerak Geriknya Dinanti Partai Lain

Samarinda, DiswayKaltim.c0m – Meski belum pasti namun wacana koalisi PDIP-Golkar pada Pilkada Samarinda patut dinanti. Keduanya dianggap penentu. Bagi partai lain untuk menentukan dukungan.

Hal demikian diutarakan Pengamat Politik Unmul Lutfi Wahyudi. Katanya gerak gerik Golkar dan PDIP akan diikuti oleh partai lain. Tentunya selain Gerindra dan PKB. Yang sudah terang-terangan mendukung dan mengusung Andi Harun – Rusmadi.

“Partai menengah akan menyusul, saya lihat komposisinya,” kata Lutfi, Jumat (28/2).

Ada kemungkinan keduanya (Golkar-PDIP) akan bergabung. Asalkan kepentingan politik keduanya terakomodasi. Lagi pula politik merupakan arena mengelola kepentingan. Jika sudah dapat titik temuna, bukan tidak mungkin akan terjadi.

Beberapa titik temu bisa diperhitungkan lanjutnya. Yang paling memungkinkan kecocokan dalam tokoh yang diusung. Kedua partai harus satu irama. Tapi lagi-lagi, faktor ketokohan bukan jaminan.

Dari rumor yang beredar, komunikasi antara bakal calon incumbent yaitu M Barkati dengan PDIP telah terjalin. Selain itu, beberapa nama kader internal juga masuk dalam kalkulasi penghitungan DPP PDIP.

Diantaranya Siswadi, Zuhdi Yahya dan Edi Kurniawan. Di satu sisi, Golkar malah belum memunculkan sosok. Jika melihat dari sisi tersebut, Lutfi menilai koalisi berat terealisasi.

Alasannya sederhana. Kepentingan Golkar berat diakomodasi.

“Kemudian Golkar dapat apa dari situ? Keuntungan apa yang bisa diraih Golkar jika berkoalisi dengan PDIP?” sebutnya lagi.

Penghitungan tersebut mengingat Pilkada 2020 merupakan awal. Untuk meraih panggung yang lebih besar di Pemilu 2024 mendatang.

“Pertama, kalau tokohnya digandeng itu pasti akan mendapatkan jabatan. Yang kedua, kekompakan itu akan menghasilkan sebuah proses kerja sama yang mengarah pada pemilu akan datang. Apakah itu cukup menguntungkan kedua partai atau tidak,” imbuh akademisi Fisip Unmul ini.

Diketahui lima partai telah menyatakan diri mendukung pasangan Andi Harun dan Rusmadi Wongso beberapa waktu lalu. Kendati begitu, baru dua partai yang menyatakan dukungannya secara hitam di atas putih.

Yakni, Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sedangkan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) urung mengeluarkan. (m2/boy)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*