Tenaga Ahli Las Paling Dicari Perusahaan 

(Dian/Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com– Peserta pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Balikpapan memilih belajar pengelasan dibandingkan program lainnya.

Hal ini dipilih karena peluang kerja tenaga sebagai welder masih terbuka luas. Terlebih pembangunan proyek infrastruktur ke depan semakin banyak.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Balikpapan Suhartono saat pembukaan pelatihan berbasis kompetensi di Kantor UPTD BLKI Balikpapan, Selasa (25/2).

Tahun lalu jumlah tenaga kerja yang diberikan pelatihan pengelasan sebanyak 96 orang. Dari jumlah tersebut, seratus persen telah terserap dunia kerja.

“Sebelum akhir tahun sudah habis. Kemudian mendekati akhir tahun, perusahaan kembali menanyakan untuk penempatan pengelasan,” kata Suhartono.

Tahun lalu, BLKI membuka 44 paket pelatihan dari berbagai bidang. Di antaranya welder, otomasi listrik industri, menjahit, pengelolaan administrasi perkantoran dan bidang lainnya.

Kegiatan itu ditujukan bagi masyarakat umum, tanpa biaya apapun. Caranya dengan mendaftar langsung ke BLKI kemudian akan diseleksi administrasi. “Hanya warga Balikpapan dan daerah sekitar yang bisa ikut,” imbuhnya.

Pelatihan keterampilan oleh BLKI didanai APBD Provinsi dan APBN. “Tahun 2019 untuk APBD sekitar Rp 1 miliar. Kemudian APBD sekitar RP 3,5 miliar,” ungkapnya. Di Kaltim sendiri, BLKI ada di Paser, Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Kutai Timur.

Suhartono mengatakan, tahun ini anggaran APBD Provinsi Kaltim untuk pelatihan mengalami kenaikan menjadi Rp 1,5 miliar dengan jumlah 10 paket. Sedangkan sisanya pelatihan didanai oleh APBN.

“Dalam satu paket terdapat 16 tenaga kerja yang dilatih. Tahun ini, belum ada paket baru karena menyesuaikan fasilitas peralatan yang dimiliki BLKI di Balikpapan,” bebernya.

Dalam menentukan pelatihan, BLKI sebelumnya melakukan identifikasi apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan, kemudian melakukan monitoring dari penempatan peserta. Sehingga ada sinergi antara perusahaan dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Setelah pelatihan kita monitoring penempatan peserta. Misalnya mesin bubut di UHT (perusahaan). Nah, UHT kita datangi menyamakan materi pelatihannya, sudah cukup atau belum. Selanjutnya susun program,” ucap Suhartono lagi.

Dia menambahkan kerja sama antara pemerintah dengan dunia industri dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri. Termasuk industri-industri terkait teknis pengelasan yang masih membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Sejauh ini untuk kerja sama secara tertulis itu tidak ada. Yang lama-lama itu sudah berakhir. Tetapi pada prinsipnya perusahaan mendukung BLKI. Artinya mereka selalu terima untuk latihan magang,” pungkas Suhartono. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*