Eastkal Siap Jadi Pelabuhan Nasional

Disway Kaltim bersama Direktur PT Pelabuhan Penajam Banua Taka atau ASTRA Infra Port Eastkal, Wisnu Prabakti (kiri).

================

 

SATU di antara perusahaan yang sudah beroperasi di Kawasan Industri Buluminung (KIB) adalah pelabuhan milik Astra.

Direktur PT Pelabuhan Penajam Banua Taka atau ASTRA Infra Port Eastkal, Wisnu Prabakti menjelaskan, saat ini Pelabuhan Estkal, melayani Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bidang minyak dan gas, yakni Eni Indonesia Ltd dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang menggunakan pelabuhan itu sebagai basis penyimpanan logistik.

Ia menuturkan, saat ini Eni Indonesia Ltd sedang melakukan ultra deep water driling atau pengemboran di laut dalam di Lapangan Merakes (Selat Makassar). Sehingga, kata dia, Pelabuhan Eastkal dipilih sebagai logistik base bagi para sub kontraktor perusahaan minyak dan gas asal Itali itu.

Selain itu, lanjutnya, PHM juga menggunakan jasa pelabuhan Eastkal untuk transit dan penyimpanan logistik para sub kontraktornya. “Fokus kami saat ini di situ. Karena memang, izin kami sudah pelabuhan umum atau Badan Usaha Pelabuhan (BUP), jadi izin ini memungkinkan kami melayani kepentingan umum,” ungkap Wisnu saat bertemu Disway Kaltim di Balikpapan, Kamis, (20/2/2020).

Wisnu melanjutkan, secara infrastruktur Pelabuhan Estkal juga sudah cukup memadai dan memungkin kapal berkapasitas 10 ribu DWT masuk dan bersandar, dengan kedalaman lautnya mencapai 12 meter “Rata-rata kapal milik Eni Indonesia yang sandar adalah kapal besar,” ujarnya.

Ia menceritakan, pelabuhan milik Astra itu adalah pelabuhan yang dibeli dari pihak swasta pada 2013 lalu. Astra kemudian berinvestasi mengembangkan pelabuhan tersebut, mengembangkan fasilitas dan infrastruktur penunjangnya dan dikelola oleh anak perusahaan PT Pelabuhan Penajam Banua Taka. Total lahan yang dimiliki 90 hektare, dan baru sekitar 10 persen yang dibangun.

“Jadi ada dua pelabuhan yang lokasinya berdampingan dengan nama yang hampir sama. PT Pelabuhan Banua Taka adalah milik Astra, yang nama pelabuhannya dikenal dengan Eastkal. Sedang PT Pelabuhan Banuo Taka adalah pelabuhan milik Pemda PPU,” jelasnya.

Kedepan, Astra berencana untuk mengembangkan kawasan pelabuhan yang berada di dalam Kawasan Industri Buluminung (KIB) itu, dengan adanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).

Wisnu menilai, lokasi pelabuhan tersebut sangat strategis bagi pintu masuk alur logistik untuk memenuhi pembangunan IKN nanti. Bahkan, ia mencanangkan pelabuhan itu sebagai pelabuhan nasional jika pemerintah menyetujui.

“Kalau memang pemerintah menunjuk Astra Infra Eastkal Port sebagai pelabuhan nasional, maka Astra akan sangat siap. Karena kami (Astra) infrastrukturnya sudah lengkap kemudian dari sisi perizinan kami sudah punya BUP (Badan Usaha Pelabuhan). Wilayahnya cukup luas, sekitar 90 hekatare yang semuanya masuk dalam Kawasan Industri Buluminung,” paparnya.

Ia juga menilai, infrastruktur dasar di Kawasan Industri Buluminung (KIB) sangat mampu mendukung hal itu. Infrastruktur dasar yang dimaksud seperti jalan akses masuk kawasan yang telah terbangun, kemudian aliran listrik PLN yang sudah masuk ke kawasan tersebut.

“Saya yakin, dengan adanya IKN. Kawasan Industri Buluminung akan menjadi sentra industri untuk kepentingan IKN,” ucap Wisnu.

Mengenai progres perkembangan KIB, Wisnu berpendapat, memang belum banyak perusahaan yang beroperasi. Pelabuhan yang aktif beroperasi, jelasnya, baru pelabuhan yang dikelolanya dan pelabuhan milik Pemda yang fokus pada pelayanan bongkar muat batu bara dan CPO.

Namun, Wisnu optimistis dengan adanya pemindahan IKN. Kawasan tersebut memiliki potensi yang cerah kedepannya. “Hal itu juga yang menjadi alasan Astra melirik kawasan tersebut,” imbuhnya.

“Mestinya, hal itu menjadi salah satu daya tarik untuk pembangunan lebih lanjut di Kawasan Industri Buluminung,” sambungnya.

Keunggulan lain, posisi KIB yang berada di wilayah PPU yang notabene dekat dengan IKN, menjadi keunggulan tersendiri. “KIB ini sangat strategis untuk menjadi pintu masuk penyaluran logistik pembangunan IKN. Karena akses sudah terbangun tinggal dikembangkan saja. Saya yakin, jika logistik IKN masuk masuk melalui KIB, pasti cost-nya akan lebih murah,” imbuhnya. (das/dah)

BERITA TERKAIT:
Buluminung Masih Setengah Hutan

 

1 Trackback / Pingback

  1. Buluminung Masih Setengah Hutan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*