Rutan Kelas II A Samarinda Kelebihan Daya Tampung, Kapasitas  400 Dihuni 1.485  

Samarinda, DiswayKaltim.com – Rumah tahanan (Rutan) Kelas II A Samarinda kembali mengeluhkan over kapasitas. Kelebihan daya tampung. Hal itu memunculkan berbagai dampak pada pembinaan warga tahanan.

Kepala Rutan Samarinda Taufiq Hidayat menuturkan, dampak yang paling penting menyangkut kesehatan. Antara lain penyakit menular yang paling sering dialami warga binaan. “Yah seperti flu itu. Jika salah satunya terkena, maka sebagian lainnya juga pasti terkena,” tutur Taufiq Hidayat, ketika dijumpai di ruang Rapat Rutan Kelas II A, Selasa (25/02) Jalan Wahid Hasyim II Samarinda.

Terkait penanganan tenaga kesehatan, kata dia, sejauh ini tidak mengalami masalah. Kontrol kesehatan dilakukan setiap minggu.  “Dokternya ada. bahkan yang sakit tertangani dengan baik. Kecuali kalau sakitnya harus mendapat rujukan rumah sakit, baru kita bawa ke rumah sakit,” terangnya.

Namun, selain dampak kesehatan, ada pula penambahan kebutuhan bahan makanan dan bahan air. Namun Taufiq tidak secara gamblang menerangkan terkait anggaran. “Ya pastinya bertambah, tapi tidak ada masalah, kalau itu tidak bisa kita sulitkan. Harus bisa kita penuhi. Itu kebutuhan utama kan,” imbuhnya.

Over kapasitas tersebut terjadi, kata Taufiq, akibat ada ketidakseimbangan dari aparat penegak hukum. Menurutnya, pihak kepolisian punya target melakukan penangkapan seminggu 7 orang. Sehingga tidak imbang dengan daya tampung yang dimiliki rutan. Yang luasannya tak berubah. “Yah seperti pihak kepolisian dengan targetnya untuk menangkap 7 orang. Kami jadi tidak bisa berbuat apa-apa sebagai penampung,” beber Taufiq.

Taufiq pun menerangkan hasil tangkapan orang yang jadi warga binaa di Rutan, yakni dari pihak yang berwenang melakukan penangangan tindakan hukum atau memiliki rumah tahanan. “Tangkapan dari semua Polsek di Samarinda, Polres, Polda, Gakkum, KPK, Polhutan, BNN, pokoknya semua yang namanya rumah tahanan semua ditampung disini,” ucapnya.

“Kan kalau di kita prinsipnya atau targetnya pembebasan tahanan. Kalau mereka target kerjanya menangkap dan tambah penghargaan,” singgung Taufiq.

Ini sebetulnya sejak lama dialami pada Rutan Kelas II A. Namun hingga saat ini belum juga adanya penambahan atau pembangunan terkaitnya. Berdasarkan keterangan data dari pihak rutan. Jumlah warga binaan yang sedang menjalani masa tahanan mencapai 1.485 warga binaan. Sementara daya tampungnya hanya berkapasitas 400 orang.

“Kadang-kadang sampe tiga puluh atau lebih dalam satu kamar. Itu yang biasa lebih karena ukuran kamar kan beda-beda,” tambahnya. (ar/dah).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*