Kantongi Paspor, Belum Bisa Umrah

Ilustrasi jamaah umrah yang akan berangkat ke Arab Saudi. (ISTIMEWA)

Kukar, DiswayKaltim.com – Keputusan Kerajaan Arab Saudi yang menangguhkan kedatangan warga negara asing ke negeranya, terkait potensi penyebaran COVID-19 atau corona, menimbulkan kekhawatiran bagi jemaah yang ingin melakukan umrah.

Kasi Pemberangkatan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kukar Saifullah mengaku tak mengetahui secara pasti jemaah umrah asal Kukar. Pasalnya, Kemenag Kukar hanya diminta untuk membantu pembuatan rekomendasi paspor.

Padahal terdapat jemaah yang melaksanakan umrah tahun ini. Mereka telah memiliki paspor. “Kalau jumlah pastinya kami tidak bisa mendeteksi secara detail. Karena (datanya ada di) masing-masing travel di Kukar itu,” jelas Saifullah, Jumat (28/2/2020).

Namun ia menyebutkan, pada periode pertama triwulan 2020, Kemenag Kukar telah menerima sedikitnya 150 rekomendasi. Untuk pembuatan paspor.

Dari 150 rekomendasi tersebut, sekitar 85 jemaah sudah berangkat. Tetapi perjalanan para jemaah tersebut harus terhenti di Jakarta. Karena mereka tak bisa masuk ke Jeddah, Arab Saudi.

Ada juga jemaah yang menggunakan jalur transit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Juga harus tertahan. Tidak diperbolehkan masuk ke Arab Saudi. Dikabarkan, mereka harus dikembalikan ke Jakarta. Total 15 jemaah. Sembilan di antaranya berasal dari Kukar.

Kemenag Kukar tak bisa berbuat banyak. Saat ini hanya berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Kaltim. Lantaran itu kewenangan dan otoritas Kerajaan Arab Saudi.

Kemenag Kukar hanya menyarankan seluruh jemaah umrah yang sudah siap berangkat, untuk bisa kembali berkoordinasi dengan travel yang mereka pilih. Langkah apa yang diambil.

“Apakah nanti itu ada semacam kompensasi karena gagal berangkat atau suatu saat kondisi sudah aman dan pihak kerajaan memperbolehkan? Itu nanti bagaimana komunikasi dengan pihak travel,” ujar Saifullah.

Ia menyebutkan, dari 150 jemaah yang mengajukan rekomendasi di Kemenag Kukar, masih ada beberapa orang yang belum berangkat.

“Maret itu masuk di bulan Rajab dan Sya’ban yang banyak program. Makanya dari 150 itu banyak (berangkat) di Maret,” pungkas Saifullah.

Diketahui, ada 22 negara yang warga negaranya dibatasi sementara kedatangannya ke Arab Saudi. Antara lain Tiongkok, Iran, Italia, Korea, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Pakistan.

Selain itu, ada Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Libanon, Siria, Yaman, Azerbaijan, Kazakstan, Uzbekistan, Somalia dan Vietnam. Negara-negara tersebut menunjukkan kemungkinan peningkatan kasus corona. (mrf/qn)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*