Banyak Berbenah, Ini 13 Perubahan Stadion Segiri Musim Ini

Stadion Segiri terus dibenahi untuk membuat penonton nyaman. (Adian/ Disway Kaltim)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Panitia pelaksana (Panpel) Borneo FC Samarinda memiliki nahkoda baru, yakni Tommy Ermanto Pasemah. Pria yang tak asing lagi bagi persepakbolaan Samarinda.

Panpel baru, banyak pula hal baru yang dibuat. Semua dilakukan untuk membuat rasa aman dan nyaman bagi penonton yang hadir menyaksikan laga kandang Borneo FC Samarinda musim ini. Berikut Disway Kaltim merangkum 13 hal baru yang perlu kamu tahu sebelum menonton Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri Samarinda.

1. Tiket

Sama seperti sebelumnya, tiket hanya akan dijual pada hari pertandingan saja. Namun Panpel Borneo FC membuat terobosan baru, yakni menyediakan tiket pre order yang bisa dipesan jauh-jauh hari, namun diambil saat hari H. Selain itu, tiket bisa juga didapatkan di beberapa kafe yang ada di seputaran Stadion Segiri Samarinda.

“Sambil nongkrong atau makan bisa pesan tiket di kafe. Nanti Panpel yang antarkan tiketnya. Jadi tidak perlu antri,” kata Tommy.

Ada pula tiket khusus untuk korporasi dan instansi pemerintah yang bisa mendapat potongan Rp 5 ribu per tiket dengan menyerahkan surat pengantar dari perusahaan atau instansi.

Akan ada 4 loket konvensional setiap laga untuk mengurai antrian panjang.

2. Toilet

Toilet menjadi salah satu fasilitas yang diprioritaskan. Dari 13 toilet yang ada di stadion, 5 toilet sudah dibuat nyaman termasuk kebersihan dan ketersediaan air.

“Toilet VIP clear, sisanya nanti kami perbaiki sambil berjalan. Karena dananya belum cukup. Uang dari tiket akan dipakai untuk memperbaiki toilet. Kami akan buat nyaman penonton,” ujar Tommy.

3. Musala

Sebagai daerah dengan penduduk mayoritas muslim, keberadaan mushola sangat penting. Untuk itu, Panpel akan membangun beberapa mushola di Stadion Segiri Samarinda. Tak cuma satu. Ini agar penonton bisa beribadah salat Ashar (jika main sore) dan Maghrib di dalam stadion. Selama ini penonton melakukan sembahyang di Masjid Shofiatul Amin sehingga sering berdesakan saat masuk ke stadion.

“Nanti di setiap tribune akan disediakan mushola. Tidak cuma satu saja. Wudhunya juga bukan di toilet. Disediakan khusus. Akan kami buat bertahap karena dananya belum cukup kalau langsung buat banyak,” lanjut Tommy.

4. Lampu Lorong

Saat main malam, hal ini sering dikeluhkan oleh penonton lantaran harus keluar stadion dalam kondisi gelap. Rupanya, hal ini terjadi karena saluran listrik di stadion terganggu karena ulah tangan jahil orang tak bertanggungjawab.

“36 mcb kita hilang dicuri. 3 pintu dijebol. Kurang terkontrolnya keamanan stadion ini yang menyebabkan. Penerangan lorong akan kami perbaiki,” tukas Tommy.

5. Bak Sampah

Penonton tak jarang kebingungan membuang sampah makanan atau minuman yang dibawa ke stadion. Permintaan bak sampah agar diperbanyak di tribun pun dijawab oleh Tommy.

“Bak sampah tidak disediakan di tribun. Sampahnya buang saja di bawah tempat duduk. Nanti selesai laga akan kami bersihkan langsung. Pertimbangannya kalau naruh bak sampah bisa ketendang penonton,” jelasnya.

6. Tribune Mart

Kehadiran pedagang asongan yang menjajakan makanan dan minuman saat laga berlangsung tentu mengganggu kenyamanan penonton. Untuk itu, musim ini Panpel memastikan tak akan ada lagi pedagang asongan di stadion. Sebagai gantinya, akan disediakan Tribun Mart yang juga akan menjual berbagai produk makanan dan minuman yang bisa diakses penonton di beberapa titik.

“Selain biar penonton nyaman, hal ini kami lakukan juga untuk menambah penghasilan Panpel. Kalau keuntungan banyak kan bisa digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas seperti mushola, toilet, dan lainnya,” sambung Tommy.

Hanya saja, untuk laga kandang pertama (7/3/2020) Tribune Mart belum ada lantaran belum ada sumber daya manusia yang bertugas untuk menjaga Tribune Mart.

7. Parkir

Tommy tak ingin lagi area stadion dipenuhi kendaraan. Hal ini membuat ruang gerak terbatas. Seperti misalkan ada situasi darurat, kendaraan polisi dan medis sulit keluar. Jadilah musim ini dibuat regulasi berbeda. Parkir akan ditempatkan di beberapa kawasan, seperti di kawasan GOR Segiri, halaman instansi pemerintahan di sepanjang Jalan Kesuma Bangsa, juga halaman Pemkot Samarinda.

“Mekanismenya akan fleksibel. Karena kalau main sore kan instansi belum bisa dipakai halamannya. Yang jelas saya mau area stadion clear dari kendaraan. Pedagang juga akan kami tata di sekitaran stadion agar lebih rapi,” kata Tommy.

8. Calo Tiket

Keberadaan calo tiket masih saja menjadi pekerjaan rumah setiap panitia penyelenggara sepak bola. Masyarakat resah. Panpel Borneo FC merespon dengan akan memperketat penjualan tiket. Upaya memberantas calo akan mulai diterapkan musim ini.

“Saya amati kami sering kebobolan dari tiket yang dipegang sponsor. Rupanya sponsor ini menjual tiket jatah mereka. Makanya saat ini kami buat kesepakatan resmi agar mereka tidak lagi menjual tiket ke calo. Untuk penonton jangan khawatir kehabisan tiket. Jumlah tiket selalu lebih, jadi langsung beli aja di loket atau tempat penjualan resmi lainnya,” tutur Tommy.

9. Sanksi ke Penonton

Satu orang berbuat, ribuan suporter lainnya akan kena akibatnya. Jadi untuk penonton, jangan buat hal-hal yang melanggar regulasi liga seperti membawa kembang api, sajam, botol dan lainnya. Juga untuk tidak melakukan hal anarkis. Kalau nekat, semua penonton akan kena akibatnya.

“Kalau penonton buat pelanggaran, jumlah dendanya akan dibebankan ke penonton juga. Misal kami didenda Rp 10 juta, maka dilaga selanjutnya kami akan naikkan harga tiket. Kalau pelanggarannya di tribun ekonomi, misal ada 3 ribu penonton, maka Rp 10 juta dibagi 3 ribu, sebesar itulah kenaikan tiketnya. Biar yang lain marahi temannya kalau bikin onar,” sebut Tommy.

Tapi Tommy berharap agar kejadian seperti ini tak terjadi. Sama-sama menjaga ketertiban akan memudahkan segala hal. Kalau Panpel dibebani oleh hal-hal seperti itu, maka akan susah bagi mereka untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas.

10. Promosi Laga

Tomi menegaskan bahwa Panpel sudah membuat spanduk atau baliho jadwal laga kandang Borneo FC Samarinda di 10 kecamatan di Samarinda. Upaya lain juga dilakukan melalui mobil keliling dan media sosial.

“Tidak bisa juga kalau setiap tikungan kami taruh jadwal kan,” Tommy menjelaskan.

11. Pintu Masuk dan Keluar

Penonton kerap mengeluhkan akses masuk dan keluar dari stadion masih sulit. Akibatnya penonton sering berdesakan. Sangat memakan waktu. Hal ini pun turut diperhatikan oleh Panpel.

“Kami sediakan 7 pintu masuk. 10 menit sebelum laga selesai, sudah kami buka. Jadi mudah-mudahan tidak ada lagi yang berdesakan,” harap Tommy.

12. Harga Tiket dan Pembagiannya 

– VIP dewasa Rp 100 ribu

-VIP anak Rp 50 ribu

– Ekonomi Rp 35 ribu

– Ekonomi Pusamania Rp 25 ribu

– Ekonomi anak Rp 15 ribu

– Ekonomi pelajar Rp 30 ribu

– Instansi dan korporasi (potongan Rp 5 ribu per tiket)

“Anak-anak itu batasnya sampai usia 12 tahun. Selebihnya masuk kategori pelajar,” jelas Tommy.

13. Laporan Keluhan

Ini hal paling pentingnya. Bagi penonton yang punya keluhan ataupun saran terhadap pelayanan stadion, bisa langsung melapor ke kontak Panpel di nomor WhatsApp 0813-5149-9207 atau DM Instagram di @panpel_borneofc

“Termasuk melapor kalau ada pelanggaran. Misal ada yang merusak fasilitas, masuk tanpa beli tiket, foto, dan laporkan ke kami. Nanti kami kasih satu tiket gratis,” tutup Tommy. (ava/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*