Omzet Kafe Turun 10 Kali Lipat

Sejumlah kedai dan warung kopi di Kota Bontang mulai terpukul akibat wabah COVID-19. Kunjungan ke warung kopi menyusut drastis sejak sepekan terakhir. (IKWAL/DISWAY KALTIM)

Bontang, DiswayKaltim.com – Secara perlahan wabah COVID-19 di Kota Bontang mulai menggerus ekonomi mikro. Pengusaha kedai kopi mengalami penurunan omzet cukup drastis sepekan terakhir.

Disway Kaltim menemui dua pengusaha kedai ternama di Bontang. Keduanya mengaku omzetnya merosot tajam ketimbang hari-hari sebelumnya.

Achfrizal, pemilik kedai Ngombe di Jalan Pattimura, mengakui omzetnya menurun 10 kali lipat ketimbang sebelum isu penyebaran virus corona.

Biasanya pada akhir pekan, omzetnya Rp 7 juta sampai Rp 8 juta per hari. Namun, pada Minggu (22/3/2020) pukul 14.00 WITA, omzetnya baru mencapai Rp 600 ribu.

“Biasanya jam-jam segini kami sudah terima orderan sampai Rp 3-4 juta-lah,” ujar Afif, sapaan akrabnya.

Ia menyebut, pengunjung di kedainya menyusut. Beberapa pesanan melalui jasa ojek online pun berkurang.

Hal serupa dialami kedai Keluar Main. Kafe yang baru berumur tiga bulan ini mengalami penurunan omzet. Muhammad Darwin, pemilik kedai, mengaku omzetnya turun dua kali lipat sepekan terakhir.

Biasanya, kafenya dikunjungi puluhan orang pada akhir pekan. Tetapi beberapa hari ini kunjungan berkurang.

“Turun hampir separuh pendapatan kita dari hari-hari biasanya,” ujar Darwin.

Dari pantauan media ini, sejumlah jalanan mulai sepi sejak pagi. Kendaraan melintas di jalanan berkurang. Padahal biasanya saat akhir pekan, kendaraan di ruas jalan Ahmad Yani cukup ramai. (wal/qn)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*