Pemda Harus Menstimulus Pengusaha

Untuk Mengantisipasi Dampak Ekonomi dari Kasus COVID-19

Ketua BPC Hipmi Samarinda Abdurrasyid Rahman. (ist)

Samarinda, DiswayKaltim – Menyebarnya virus corona ke ibu kota Kaltim memberikan dampak negatif bagi perekonomian daerah. Terutama bagi pengusaha UMKM di Samarinda. Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Samarinda menilai, pemerintah daerah harus memberikan stimulus bagi para pengusaha yang terdampak.

Ketua BPC Hipmi Samarinda Abdurrasyid Rahman mengatakan, Pemkot Samarinda sudah mengambil langkah cepat dengan menambah RSUD IA Moeis Samarinda sebagai rumah sakit rujukan. Ini sangat bagus karena mengingat kondisi Kota Tepian yang dibelah Sungai Mahakam.

Ia menyebut, Pemprov Kaltim telah menyediakan puluhan miliar rupiah untuk menangani COVID-19 di Benua Etam. Menurutnya, anggaran itu selain untuk kesehatan, sebaiknya digunakan untuk stimulasi pengusaha UMKM. “Semestinya bisa mencontoh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada orang yang terdampak langsung semisal driver ojek online, pedagang, dan lainnya,” ujar Haji Rasyid, sapaan karibnya.

Sebab, menurutnya, pengusaha sangat terdampak dalam kasus corona ini. Ada dana yang tak bisa diputar, sedangkan gaji karyawan harus dibayar. Tagihan kredit menumpuk di bank. Jadi kata Rasyid harus ada langkah konkret pemerintah daerah untuk menstimulus UMKM.

Ia menjelaskan, dengan ditutupnya mal, artinya tenant merugi. Maka perlu diberikan keringanan semisal dibebaskan pembayaran sewa setengah bulan.

Dijelaskannya pemda bisa merelokasi APBD untuk menstimulasi pengusaha. Jangan merelokasi jatah infrastruktur, tapi anggaran untuk perjalanan dinas dan lainnya.

Jika terjadi lockdown, maka masyarakat tak bisa keluar rumah. Berarti tak ada pasokan ke Samarinda. Kata Rasyid, perekonomian Malaysia tumbuh 0 persen. Ia menyarankan jangan lockdown. Industri batu bara dan CPO terdampak dalam kasus corona ini. “Hipmi Samarinda siap mengkaji anggaran untuk penanganan corona itu supaya tak hanya untuk kesehatan. Melainkan untuk menstimulus pengusaha yang berdampak ke perekonomian daerah,” paparnya. (hdd2)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*