Listrik Jadi PR

Bupati Berau Muharram saat meninjau RS Darurat COVID-19, beberapa waktu lalu. Kini listrik di bangunan belum juga tuntas.(zuhrie)

Tanjung Redeb, Disway – Rumah Sakit Darurat COVID-19 di eks Hotel Cantika Swara, belum sepenuhnya siap. Pembenahan masih dilakukan, terutama kelistrikan.

Kepala Satgas RS Darurat, Jusram mengatakan, saat ini persiapan dan fasilitas pendukung bangunan telah mencapai 95 persen. Karena saat ini instalasi air yang beberapa waktu menjadi kendala distribusi air bersih ke setiap ruangan, telah berfungsi.

“Untuk air sudah aman,” ujarnya kepada Disway Berau, Rabu (8/4).

Menjadi pekerjaan lanjutan adalah permasalahan pada listrik dibangunan tersebut. Saat ini ,pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN UP3 Berau terkait apa saja yang harus dilakukan.

“Ini masih ada sedikit kendala dengan kelistrikan,” katanya.

Sementara itu, Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau Hendra Irawan mengatakan, saat ini daya yang digunakan di bangunan diperkirakan tidak bisa mendukung, jika nantinya ada peralatan medis yang harus menggunakan listrik.

“Untuk pindah ke daya berapa, kami sendiri belum tahu. Karena baru akan dilakukan pembahasan,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah menakukan pengecekan seluruh instalasi jaringan listrik dibangunan tersebut dan tengah mengeluarkan Surat Laik Operasi (SLO).

“Instalasi aman. Dan kami sudah mengeluarkan SLO,” ungkapnya.

Lanjut Hendra, jaringan dan trafo telah siap untuk dioperasikan kembali. Pihaknya hanya tinggal menunggu informasi lanjutan dari pihak RS Darurat dan akan langsung memproses administrasinya.

“Kalau sudah ada informasi kami langsung bantu proses administrasinya,” tegasnya.

Tarif yang digunakan untuk RS Darurat tersebut adalah tarif bisnis. Di mana seharusnya rumah sakit menggunakan tarif sosial.

“Dulu itu adalah bangunan hotel, jadi sudah pasti menggunakan tarif bisnis. Sampai saat ini tarifnya masih di bisnis, karena bangunan hotel dan izin awalnya adalah hotel,” tandasnya. (*/fst/app)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*