Ini Saham Emiten yang Bisa Dilirik Jelang Lebaran

IHSG pekan ini diprediksi menguat terbatas. (antara)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini masih akan dipengaruhi isu-isu dalam negeri. Seperti perkembangan penanganan COVID-19, sampai pengesahan Undang-Undang Minerba yang baru.

Rencana pemerintah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga akan memberi sentimen positif terhadap pergerakan pasar.

Selain itu, data Gugus Tugas COVID-19 yang menunjukkan jumlah pasien sembuh harian semakin banyak, membawa kabar baik bagi investor.

“Karena itu, sepekan ini kemungkinan IHSG bergerak menguat terbatas di kisaran 1-2 persen,” kata Professional Trader Balikpapan Jie Hadi Kusumo kepada Disway Kaltim, Selasa (12/5/2020).

Pengesahan Undang-Undang Minerba oleh DPR RI akan berdampak baik bagi sektor tambang, juga perbankan. Selain keduanya, adalah sektor consumer juga akan menerima dampak positif.

“Apalagi menjelang Lebaran Idulfitri, penerima THR akan mulai membelanjakan uangnya untuk kebutuhan hari raya,” terang Hadi, sapaannya.

Emiten sektor ini yang bisa dilirik seperti Indofood (INDF), Mayora (MYOR) dan lain-lain. Untuk perbankan kita tidak akan keluar dari bank besar seperti BCA (BBCA), BNI (BBNI), BRI (BBRI), dan Mandiri (BMRI).

“Fokusnya disitu saja tidak usah melirik yang lain. Kalau mau melirik size yang lebih kecil bisa lihat Bank Jatim (BJTM). Kenapa Bank Jatim? Karena seperti pabrik sepatu di Tangerang pindah ke Jateng. Beberapa perusahaan juga pindah ke Jatim. Sehingga Jatim diuntungkan banyak yang akan pindah ke provinsi itu,” terangnya.

Belakangan ini bursa saham diwarnai masuknya investor baru. Gelombang ini disebabkan penurunan harga yang cukup signifikan. Yang membuat under value harga-harga saham. Sebagai contoh yang biasanya berada di harga Rp 10 ribu, sekarang hanya Rp 4 ribu.

“Jadi orang tertarik untuk mengoleksi. Terutama mereka yang pertama baru-baru belajar,” sebutnya.

Hal ini berbeda bagi pemain lama. Transaksi investor lama cenderung dalam jumlah sedikit. Akan tetapi banyak juga yang memilih wait and see. Karena proyeksi COVID-19 diperkirakan belum akan selesai. Sehingga dampak ekonomi tidak bisa lebih cepat pulih.

Jika diperhatikan nilai IHSG sejak Februari penurunannya cukup dalam. Begitu pula pada seluruh bursa saham dunia yang anjlok.  Hadi menilai ekonomi negara di dunia cukup sulit pulih kembali normal seperti sebelum ada COVID-19. Paling tidak membutuhkan waktu sampai enam bulan baru akan terlihat perubahannya.

“Itu kalkulasi harapan optimis. Karena orang beraktivitas tidak lagi dengan cara yang sama. Saya perkirakan seminggu ini kita akan menguat terbatas,” pungkasnya. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*