Intensitas Latihan Atlet Tarung Derajat Kaltim Diturunkan 20 Persen 

Muhammad Adam (dok/ Disway Kaltim)

Samarinda, DiswayKaltim.com- Ketua Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kalimantan Timur, Muhammad Adam mengakui jika selama bulan Ramadan, atlet tarung derajat Kaltim mengalami penurunan. Terutama di faktor fisik. Selain karena kini diterapkan sistem latihan mandiri dari rumah masing-masing, dari tim pelatih sendiri memang menurunkan intensitas latihan selama bulan puasa.

“Frekuensi latihan kami turunkan sekitar 20 persen dari biasa. Ini hanya untuk bulan Ramadan saja. Selesai Ramadan, akan dikembalikan ke latihan normal lagi,” sebut Adam, Sabtu (16/5/2020)

Namun begitu pemantauan atlet tetap dijaga sangat ketat. Pelatih terus memonitor perkembangan atlet melalui group WhatsApp, sampai menelepon langsung atlet yang bersangkutan. Untuk memastikan program latihan yang diberikan tetap dikerjakan.

Walau usai Ramadan intensitas latihan akan dikembalikan. Namun Adam belum mengetahui secara pasti teknisnya seperti apa. Lantaran belum diketahui secara pasti kapan pandemi COVID-19 akan berakhir.

“Jika masih pandemi, program latihan akan dilangsungkan sesuai dengan protokol COVID-19,” ungkapnya.

Penyusunan ulang program latihan usai Ramadan tak hanya berdasarkan pada pandemi saja. Pengunduran PON XX Papua ke Oktober 2021 juga akan menjadi acuan.

“Walau PON ditunda setahun, atlet tidak boleh berhenti latihan. Karena sekali berhenti, indikator baik fisik dan teknik pasti akan merosot drastis,” ujarnya.

Disinggung soal pengunduran PON XX Papua, Adam mengatakan bahwa cabor tidak punya tupoksi lebih selain harus menerima dan mendukung kebijakan pemerintah. Lantaran pengunduran ini didasari oleh kejadian luar biasa. Yang memang tak memungkinkan untuk menjalankan PON diwaktu yang sudah ditetapkan semula.

“Hanya begini. Agenda PON yang harusnya tahun ini kan membuat seluruh agenda Kodrat seperti Kejurda, Kejurnas, Piala Presiden, latihan wasit-juri, latihan gabungan, dan lainnya ikut ditiadakan. Karena mau fokus ke PON. Dengan pengunduran ini, tentu harus ada penyesuaian agenda lagi,” pungkasnya.

Bagaimanapun agenda kejuaraan dari level daerah hingga internasional sangat diperlukan atlet tarung derajat untuk menempa kualitas. Dengan kepastian penyelenggaraan PON XX Papua 2021 yakni tanggal 2 Oktober, Kodrat secepatnya akan membicarakan soal penyelenggaraan agenda internal cabor. (ava/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*