Tunjuk Rumah BNI Syariah; Bantu Milenial Miliki Hunian dengan Mudah

Pasar kredit rumah bagi milenial cukup potensial. Selain produk yang sesuai lifestyle mereka, skema KPR yang terjangkau dengan syarat mudah menjadi nilai lebih. (Ferry Cahyanti/Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Berbagai sektor perekonomian nasional saat ini masih menanggung dampak pandemi COVID-19. Termasuk di sektor properti. Namun bukan berarti menyampingkan kebutuhan hunian. Sebagai salah satu kebutuhan pokok, pemenuhan akan tempat tinggal tetap diutamakan.

Seperti diungkapkan Delia, 25 tahun, warga Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Wanita yang hijrah ke Balikpapan dua tahun lalu itu mengaku sedang berburu rumah, meski ekonomi sedang sulit.

“Mau bagaimana lagi? Rumah sudah menjadi kebutuhan pokok. Apalagi di saat seperti ini,” kata Delia.

Bagi pasangan muda yang baru menikah seperti Delia, memiliki rumah sendiri merupakan impiannya bersama sang suami.

Delia mengaku sudah mencari berbagai hunian yang cocok. Punya fasilitas penunjang aktivitas sehari-hari. Serta sesuai dengan kemampuan finansialnya.

“Memang agak susah mencari hunian yang benar-benar sesuai. Akhirnya pilih yang syaratnya mudah, angsuran tetap, dan syukur-syukur bisa dapat kemudahan urusan tetek bengek,” kata dia.

Delia merupakan bagian dari 81 juta milenial di Indonesia yang belum memiliki hunian berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2019.

Untuk membantu mereka, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR sedang merancang skema Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang bisa dijangkau milenial.

Menangkap peluang itu PT Bank BNI Syariah menggaungkan program Tunjuk Rumah. Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi menjelaskan, program ini membantu milenial dan masyarakat memiliki hunian dengan cara lebih mudah.

“BNI Syariah memberikan harga khusus, cicilan tetap sampai akhir serta kemudahan lain seperti bebas biaya administrasi, bebas biaya KPR, bebas biaya taksasi dan bebas denda,” ujar Iwan Abdi.

Program Tunjuk Rumah 2020 dirilis pada 20 Januari 2020 dan akan berakhir 30 Juni 2020. Target program tersebut di antaranya karyawan perusahaan yang mempunyai fix income.

Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan Andi Arief mengatakan, segmen milenial sangat menarik dan menantang bagi industri perumahan. “Menariknya karena jumlah mereka yang kurang lebih 1/5 dari total penduduk Indonesia. Dan menantangnya karena pola konsumsi mereka yang berbeda,” kata Andi Arief.

Dia berpendapat, pasar milenial menjadi potensi besar. Untuk menggaet generasi ini, pengembang perumahan harus bisa memproduksi rumah yang sesuai dengan lifestyle mereka. “Beda segmen kan beda kemauan. Jadi produsen harus mengikuti maunya konsumen,” tukasnya.

Berdasarkan catatan BNI Syariah Cabang Balikpapan, program ini  berhasil membukukan Rp 40 miliar pada triwulan I tahun 2020. “Ini membuktikan antusias masyarakat Balikpapan cukup besar,” imbuh Branch Manager BNI Syariah Cabang Balikpapan, A. Dobig Mirandi.

Secara keseluruhan sampai 9 April 2020, perolehan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah melalui program Tunjuk Rumah mencapai Rp 766,7 miliar. Daerah terbesar penyerapan program tersebut masih dipegang Jabodetabek.

BNI Syariah juga menargetkan melalui program Tunjuk Rumah sampai dengan akhir periode tahun ini sebesar Rp 1,4 triliun. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*