Enam Pelaku Pengeroyokan Masih Dicari

Empat pelaku pengeroyokan sudah diamankan. Polisi masih berupaya mencari sisa enam pelaku yang buron. (M5/Disway Kaltim)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Empat pelaku pengeroyokan terhadap Kadir Jailani kini memasuki tahap perlengkapan berkas. Namun polisi masih belum berhasil menangkap keenam pelaku lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Kadir menjadi korban pengeroyokan 10 orang, lantaran tak dapat membayar hutangnya.  Dari kesepuluh pelaku, baru empat orang saja yang berhasil diamankan. Sedangkan pelaku utama dan kelima rekan lainnya masih dalam pemburuan.

“Kami sudah mendatangi rumah mereka tiga hari berturut-turut, tetapi tidak ada, masih bersembunyi mereka,” ungkap Kanit Jatanras Polresta Samarinda, Iptu Abdul Rauf saat dikonfirmasi Selasa (19/5/2020).

Dijelaskan Rauf, pihaknya telah melakukan perburuan terhadap enam pelaku hingga ke kediaman mereka masing-masing.

“Tetapi, mereka ini orang situ-situ saja, jadi tidak mungkin pergi jauh, saat lebaran pasti mereka pulang,” sambungnya.

Lebih lanjut dari semua pelaku baik yang telah diamankan dan belum, hanya satu yang memiliki catatan kriminal. Yakni kasus narkotika.

Sebelumnya, pengeroyokan terhadap Kadir Jailani bermula pada Jumat (15/5/2020) lalu sekira pukul 07.00 Wita. 10 orang mendatangi korban di rumahnya Jalan M Said. Kedatangan pelaku untuk meminta uang hasil penjualan motor dari korban. Namun saat ditagih korban tak bisa membayar.

Sehingga, pelaku pun meminta kepada korban untuk naik ke mobil, untuk dibawa ke suatu tempat, saat tiba di Jalan Daeng Mangkona Kelurahan Baqa Samarinda Seberang.Di pinggir jalan, para pelaku langsung mengeroyok korban dengan memukul serta menendangnya dan salah satu pelaku memukul dengan kayu.

Akibatnya, korban mengalami luka serta memar di bagian wajah, tangan dan punggungnya. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman paling lama 5 tahun kurungan penjara. (m5/boy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*